Padang, — Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Saraso Fest 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Sumatera Barat (Sumbar), Senin (28/9/2026). Perhelatan yang berlangsung hingga 3 Oktober 2026 ini digelar untuk menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat pada 1 Oktober, sekaligus merayakan Hari Kebudayaan pada 17 Oktober mendatang.
Mengusung tema “Menghidupkan Rasa, Menajamkan Makna, Mengasah Talenta Muda,” Saraso Fest 2026 menyajikan pertunjukan seni tradisional dari 10 kabupaten/kota di Sumbar, seperti Kabupaten Solok dan Agam, hingga ruang ekspresi bagi komposer muda Song Denai.
Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menjelaskan bahwa Saraso Fest mengusung empat tujuan utama: melestarikan nilai daerah, mengasah bakat generasi muda, menggerakkan UMKM, serta memperkuat kolaborasi seni budaya lintas daerah.
"Saraso Fest menjadi momentum untuk menghadirkan kembali kekayaan seni dan budaya daerah di tengah masyarakat," ujar Devid.
Senada dengan hal itu, Asisten I Setdaprov sekaligus Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Ahmad Zakri, menyoroti pergeseran hiburan masyarakat yang kini kerap menggeser posisi kesenian tradisional. Menurutnya, seni tradisi bukan sekadar sarana hiburan, melainkan wadah edukasi dan nilai moral, seperti yang diajarkan dalam kesenian Randai.
"Dahulu setiap acara besar kita menyaksikan seni tradisi, tapi sekarang dominan orgen tunggal. Kesenian daerah jadi semakin jarang dilihat generasi muda," ungkap Ahmad.
Rangkaian Kegiatan dan Seni Teater
Selain ragam pertunjukan tradisi daerah, Saraso Fest 2026 turut menyemarakkan panggung kebudayaan melalui Festival Teater Sumatera Barat bertajuk Alek Teater 10: "Menimbang Tradisi".
Sejumlah kelompok teater dan komunitas seni ternama tampil mengisi panggung ini, antara lain:
* Bengkel Seni Tradisional Minangkabau
* Teater Langkah
* Teater Bungo Padi
* Tirtha Art Laboratory
* Teater Satu Atap
* Teater Janjang Palito
* Komunitas Nan Tongga
* Teater Talago Kamba
* Teater Gaung Ganto
* Komunitas Seni Kulie Teater
* Rumah Teduh
* Teater Imam Bonjol
Kegiatan Saraso Fest 2026 didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik BOP Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan RI melalui program Presentasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.(Al)

