![]() |
| (Kepengurusan baru DPW FK PKBM Sumbar, Wandi Putra, S.Pd.I., M.Pd) |
PADANG — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Provinsi Sumatera Barat resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031 di Auditorium Kantor Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (25/10/2026).
Melalui momentum ini, kepengurusan baru DPW FK PKBM Sumbar, Wandi Putra, S.Pd.I., M.Pd., berkomitmen menjawab tantangan zaman dengan mempercepat transformasi pendidikan nonformal berbasis digital yang tetap berakar pada kearifan lokal demi mewujudkan Sumatera Barat Cerdas.
Sebagai organisasi mitra strategis pemerintah, FK PKBM berfungsi sebagai wadah koordinasi komunikasi dan berbagi praktik baik dalam meningkatkan mutu lembaga melalui pendampingan serta pelatihan tutor, sekaligus menjadi jembatan penyalur aspirasi kepada pemangku kepentingan setingkat Dinas Pendidikan dan Kementerian.
Wandi Putra menyatakan bahwa fokus utama organisasi adalah melakukan konsolidasi menyeluruh. Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, baru 10 daerah yang memiliki kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) definitif, sehingga 9 daerah sisanya akan segera dibentuk.
Selain itu, Wandi menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan nonformal melalui target pembentukan satu lembaga PKBM di setiap nagari. Langkah ini dinilai strategis guna menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) agar tidak terkendala jarak dan biaya.
Transformasi Digital dan Penguatan Karakter Berbasis ABS-SBK
Sorotan utama dalam kepemimpinan periode ini adalah komitmen terhadap digitalisasi pendidikan. Wandi menilai anak-anak masa kini lahir di era digital, sehingga pendekatan pembelajaran konvensional perlu ditransformasikan agar lebih menarik dan relevan.
"Kita sekarang memasuki era digital, bagaimana memanfaatkan digital bagi anak-anak agar mereka bisa meng-filter. Jangan sampai anak-anak kita dimanfaatkan oleh digital, seperti hanya bermain media sosial dan game, melainkan bagaimana mereka memanfaatkan digital untuk mendukung bakat sains, fisika, dan teknologi digital lainnya," ujar Wandi.
Transformasi digital tersebut diimbangi dengan penguatan karakter berlandaskan kearifan lokal Sumatera Barat, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai-nilai budaya diintegrasikan kembali guna membentuk karakter peserta didik yang kokoh.
Kolaborasi Lintas Sektoral dan Kesiapan Kerja Lulusan
Guna memastikan lulusan pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) memiliki daya saing tinggi, FK PKBM Sumatera Barat menggandeng berbagai instansi seperti Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan, Balai Latihan Kerja (BLK), serta SMK.
Melalui sinergi ini, peserta didik tidak hanya mengejar ijazah kesetaraan, melainkan juga dibekali keterampilan nyata (skill) agar siap diserap dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Kolaborasi lintas sektoral, pemanfaatan teknologi, dan penanaman nilai luhur budaya diharapkan mampu mewujudkan layanan pendidikan nonformal yang inklusif demi tercapainya visi Sumatera Barat Cerdas," pungkasnya. (FZan).

