![]() |
| (Foto ilustrasi Ai) |
PADANG — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang melaksanakan kegiatan riset dan survei tingkat keterpaparan informasi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas serta kualitas penyebaran informasi publik di wilayah Kota Padang.
Survei melibatkan tim peneliti lintas bidang dari Universitas Andalas dijadwalkan berlangsung dari tanggal 1 Oktober hingga 30 November 2026.
Berdasarkan Surat Tugas Nomor: 247/UN16.19/PT.01.04/KS/2026, kegiatan tersebut diketuai oleh Revi Marta, S.Sos, M.I.Kom., dengan melibatkan puluhan anggota tim dan mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, tim riset menyoroti pentingnya peran ekosistem media dalam diseminasi informasi.
Anggota Tim Riset Universitas Andalas, Pijar Qolbun Sallim, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 168 media pemberitaan yang aktif beroperasi di Kota Padang.
Keberadaan ratusan media ini menjadi salah satu pilar penting dalam mengukur sejauh mana informasi publik terserap oleh masyarakat.
Pijar juga mengajak partisipan dan masyarakat luas untuk mengakses instrumen survei melalui tautan resmi guna memberikan masukan yang konstruktif.
"Kami mencatat saat ini sudah ada 168 media pemberitaan yang aktif di Kota Padang. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat Pemilik Media untuk berpartisipasi memberikan pandangan, pengalaman, serta masukan melalui pengisian kuesioner di tautan https://forms.gle/URKCoiGdawXvMjmA8.
Masukan ini sangat berarti bagi kami sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas penyebaran informasi publik ke depannya," ujar Pijar saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).
Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, serta dukungan keterbukaan informasi lewat media massa, Universitas Andalas dan Diskominfo Kota Padang berharap tata kelola penyampaian informasi publik di Kota Padang dapat semakin optimal dan tepat sasaran. (Aldi)
