![]() |
| (Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron, memaparkan peta jalan strategis partai saat Musda V di Padang) |
PADANG, -- Konsolidasi tingkat tinggi ditunjukkan DPP Partai Demokrat dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sumatera Barat . Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Sekretaris Jenderal Herman Khaeron memaparkan peta jalan strategis sekaligus taktik lapangan untuk merebut kembali kejayaan partai di Ranah Minang pada Pemilu 2029 mendatang.
Membuka arahan secara virtual dari Jakarta, AHY menekankan bahwa Musda V bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk merapatkan barisan, membangun kekuatan dan merebut kemenangan.
AHY mengingatkan ratusan kader yang hadir agar tidak terjebak dalam romantisasi kejayaan sepuluh tahun pemerintahan Presiden SBY. Menjelang usia 25 tahun partai, Demokrat diwajibkan untuk tetap relevan dengan persoalan masa kini.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI tersebut meminta seluruh pengurus dan kader di Sumatera Barat memfokuskan kerja politik pada isu ekonomi warga. Fokus tersebut mencakup upaya menjaga daya beli masyarakat, memperjuangkan nasib petani, nelayan, guru serta pelaku UMKM.
Menurut AHY, kerja ekonomi yang nyata diselaraskan dengan penegakan hukum yang adil dan pengawalan nilai demokrasi, akan menjadi kunci bagi Demokrat untuk kembali merebut kepercayaan masyarakat Sumatera Barat yang kritis dan cerdas.
Herman Khaeron Instruksikan Eksekusi Taktis Hingga RW-RT
Menyambung arahan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang hadir langsung di lokasi acara memberikan instruksi taktis kepada seluruh jajaran pengurus daerah dan cabang.
Herman menegaskan bahwa seluruh poin dan direktif dari Ketum AHY harus segera dieksekusi di lapangan tanpa sikap menunda-nunda. Guna memastikan pesan dan program partai tersampaikan dengan efektif.
Herman mendorong agar penguatan struktur partai tidak berhenti di tingkat kelurahan atau desa (Ranting) tetapi wajib menembus hingga ke tingkat Anak Ranting, yaitu rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT).
Diitulah interaksi sosial warga secara harian terjadi, sehingga kehadiran Demokrat dapat dirasakan langsung di atas rumput oleh masyarakat bawah.
Ia menegaskan bahwa kemenangan politik tidak ditentukan oleh rasa percaya diri yang berlebihan, melainkan oleh adu gagasan, adu strategi, serta keberanian kader untuk turun langsung merebut hati dan pikiran rakyat dan dikonsolidasikan secara optimal demi menyongsong kemenangan Pemilu 2029. (Aldi)

