![]() |
| (Chairman IHLC, Sapta Nirwandar kunjungi Produk Indonesia di Estalase ExCeL London 2026, Kecantikan & Skincare, Modest Fashion Urban, Eco-Fashion & Grooming) |
LONDON – Indonesia sukses mencuri perhatian publik Inggris dalam ajang London Muslim Shopping Festival (LMSF) 2026 yang berlangsung pada 7-8 Februari 2026 di ExCeL London. Melalui Paviliun Indonesia yang dikelola oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, Indonesia memamerkan kekuatan industri gaya hidup halal yang modern, inovatif, dan ramah lingkungan.
Kehadiran Indonesia tahun ini bukan sekadar partisipasi, melainkan pembuktian kualitas produk lokal yang mampu bersaing di pasar internasional. Sejumlah produk unggulan tampil sebagai representasi kemajuan industri kreatif tanah air.
Produk Indonesia di Estalase ExCeL London 2026 :
Kecantikan & Skincare: Raksasa Wardah (Paragon) kembali memperkuat dominasinya sebagai pelopor kosmetik halal. Produk mereka menjadi buruan pengunjung yang mulai melirik standar clean beauty asal Indonesia.
Modest Fashion Urban: Lima desainer dan jenama lokal, yakni Taza, Kalisha, MYMD (Deden Siswanto), dan Haidee Chic, membawa napas baru dengan memadukan nilai syar'i dan estetika urban. Penggunaan material unik seperti linen hingga kain parasut menjadi daya tarik utama bagi warga London.
Eco-Fashion & Grooming: Keunikan muncul dari Rubysh yang mengusung konsep aksesori berkelanjutan dari bahan daur ulang, serta Big Boy yang menjawab kebutuhan perawatan pria (men’s grooming) khusus pasar muslim.
Respons Positif Pasar Eropa
Di tengah keriuhan pameran, Chairman IHLC, Sapta Nirwandar, menyatakan bahwa antusiasme ini adalah bukti nyata kualitas produk lokal yang telah naik kelas.
"Partisipasi kita tahun ini menunjukkan bahwa produk dan destinasi halal Indonesia telah siap bersaing di pasar global. Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis Indonesia dapat terus memperkuat perannya dalam ekosistem halal dunia," ungkap Sapta.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari brand Rubysh menambahkan bahwa narasi keberlanjutan menjadi kunci di Eropa. "Mereka kagum melihat aksesori elegan lahir dari bahan daur ulang. Bagi mereka, halal juga berarti baik bagi lingkungan, dan itulah nilai tambah yang kami bawa," ujarnya.
Waleed Jahangir, CEO Algebra Consulting selaku penyelenggara festival, mengakui kekuatan delegasi Indonesia. "Indonesia tampil sangat kuat dengan kombinasi produk halal, ekonomi kreatif dan promosi pariwisata. serta respons pengunjung sangat positif," puji Waleed.
Strategi Pariwisata dan Gerbang Ekonomi Ramadan
Selain produk fisik, Indonesia juga memanfaatkan momentum ini melalui Muslim Travel Show (MTS) untuk mempromosikan tujuh destinasi wisata prioritas. Promosi ini mencakup kesiapan ekosistem ramah muslim yang menjadi daya tarik bagi wisatawan global.
Dengan populasi muslim London yang mencapai 1,3 juta jiwa, festival ini menjadi pintu gerbang strategis bagi brand Indonesia untuk mengamankan pasar menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Tercatat lebih dari 10.000 pengunjung memadati area pameran pada hari pertama, menciptakan peluang kerja sama bisnis jangka panjang dan ekspansi ekspor yang masif.
Keberhasilan di London ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk mewujudkan ambisinya sebagai pusat gaya hidup halal dunia. (JR/Aldi)
