![]() |
| (Diskusi METI hadir dengan pendekatan yang mengedepankan dialog ilmiah, edukasi berkelanjutan dan keberpihakan pada keadilan sosial-ekonomi) |
Sumbar, — Dalam peta transisi energi Indonesia, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) semakin mengemuka sebagai organisasi kunci. METI merupakan organisasi strategis yang berfokus pada percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan visi menjadi "KADIN-nya energi terbarukan" - menghubungkan pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat dalam ekosistem energi hijau.
Struktur dan Cakupan 18 Wilayah dan Generasi Muda
METI memiliki struktur yang didesain untuk menjangkau seluruh lapisan. METI Pusat berperan sebagai koordinator nasional, sementara 18 kepengurusan wilayah bertugas menjalankan program sesuai konteks lokal, seperti yang baru saja dilantik di Sumatra Barat.
Lebih dari itu, METI meluncurkan inisiatif METI Energi Muda berbasis kampus, menyiapkan generasi penerus melalui pelatihan, kompetisi ide, hingga beasiswa ke luar negeri.
Peran Multifungsi: Dari Pengawal hingga Katalis Ekonomi
Peran METI sangat kompleks dan strategis:
1. Sebagai Pengawal Lingkungan: METI memastikan proyek EBT sesuai AMDAL dan berkomitmen pada prinsip "lingkungan nomor satu".
2. Sebagai Edukator Publik: Mengatasi penolakan masyarakat melalui edukasi yang transparan tentang teknologi EBT.
3. Sebagai Pelindung Kearifan Lokal: Menghormati sistem hak ulayat dan mendorong model kemitraan, bukan jual-beli tanah adat.
4. Sebagai Penggerak Ekonomi: Memanfaatkan potensi investasi EBT yang mencapai Rp 220 triliun untuk menciptakan Green Jobs dengan penghasilan rata-rata Rp 1,7 juta.
5. Sebagai Penghubung Strategis: Menjembatani kepentingan berbagai pihak untuk menciptakan sinergi dalam transisi energi.
Menghadapi Tantangan dengan Pendekatan Holistik |
Meski menghadapi tantangan kompleks mulai dari penolakan masyarakat, trauma bencana ekologis, hingga ketidakpastian investasi, METI hadir dengan pendekatan yang mengedepankan dialog ilmiah, edukasi berkelanjutan, dan keberpihakan pada keadilan sosial-ekonomi.
Dengan struktur organisasi yang kini mencakup 18 wilayah dan cabang energi muda berbasis kampus, METI membuktikan komitmennya sebagai "penjaga akal sehat" dalam transisi energi Indonesia - memastikan perjalanan menuju energi bersih tidak hanya efektif, tetapi juga inklusif dan berkeadilan dari pusat hingga daerah.(Aldi/ckra)
