Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Program Great Mentawai Bangun Ketahanan Empat Desa di Mentawai

Kamis, 05 Februari 2026 | Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T01:35:28Z

(Zakirman, S.Pt., M.Pt., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawa. 
Great Mentawai berfokus pada pendalaman intervensi, realisasi komitmen mitra)

PADANG, – Kolaborasi multisektor digalakkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat di empat desa rawan bencana di Kepulauan Mentawai. Hal ini mengemuka dalam acara dua hari yang diselenggarakan di Pangeran Beach Hotel, Kamis-Jumat (5-6 Februari 2026), sebagai bagian dari program Great Mentawai.


Program yang didanai Pemerintah Jerman tersebut fokus membangun resiliensi di Desa Sipora Jaya, Sidomakmur, Sioban, dan Matobe. Acara tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat kunci daerah, termasuk Sarman P. Simanungkalit, S.H., M.Ec.Dev., Kepala BPBD Mentawai, dan Zakirman, S.Pt., M.Pt., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawai.


Program Manager Cakra Haji dari LSM Jemari Sakato menegaskan bahwa program ini menyasar kelompok rentan—perempuan, disabilitas, dan nelayan—untuk meningkatkan adaptasi iklim dan mengurangi risiko bencana. “Ini bukan bantuan sesaat, tapi penguatan kapasitas jangka panjang,” ujarnya.


Intervensi dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing desa. Sipora Jaya dan Sidomakmur berfokus pada ketahanan pangan dan akses air bersih, sementara Sioban dan Matobe mendapatkan pendampingan UMKM dan pemberdayaan perempuan.


Keberlanjutan program dijamin melalui kolaborasi dengan sembilan hingga sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk DKPP, BPBD, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bappeda, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Kemitraan dengan sektor swasta seperti Apindo juga terus diperkuat.


“Sinergi antar-pemangku kepentingan ini adalah kunci untuk membangun ketahanan yang nyata dan berkelanjutan,” kata Sarman P. Simanungkalit usai menghadiri acara.


Acara juga diwarnai respons positif dari tingkat desa. Perwakilan BUMDES Desa Merah Putih menyatakan minat untuk beralih komoditas dan bermitra dengan program ini. “Kami terbuka untuk semua pihak yang ingin bersama-sama membangun Mentawai yang tangguh,” sambut Cakra.


Memasuki tahun kedua, program akan berfokus pada pendalaman intervensi, realisasi komitmen mitra, dan penyusunan peta jalan kolaborasi jangka panjang untuk menciptakan model ketahanan yang dapat direplikasi.(Aldi)

×
Berita Terbaru Update