Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati Perjuangan Siti Manggopoh, IKBM Padang Gelar Ziarah Tabur Bunga di TMP Kusuma Negara

Senin, 15 Juni 2026 | Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T05:01:53Z
(Jufri Nur Pimpin Upacara tabur bunga dan doa bersama di Makam Pahlawan Siti Manggopoh)


PADANG – Menolak lupa pada sejarah, Ikatan Keluarga Besar Manggopoh (IKBM) Padang menggelar aksi moral berupa ziarah akbar dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Lolong, Padang, Senin (15/6). 


Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi ratusan perantau asal Manggopoh untuk merawat ingatan kolektif atas heroisme perlawanan tanah kelahiran mereka.


Aksi tabur bunga dan doa bersama ini dipimpin langsung oleh Ketua IKBM Padang, Jufri Nur, S.E., M.M., yang bertindak sebagai komandan upacara. Di bawah rintik keteduhan TMP Lolong, bait-bait puisi legendaris dengan ejaan lawas pada prasasti makam kembali digaungkan sebagai renungan mendalam bagi generasi penerus:

"Kenang-kenanglah Kami. Kami Tjuma Tulang Belulang Berserakan Tapi Adalah Kepunjaanmu. Kaulah Lagi Jang Tentukan Nilai Tulang Berserakan..."


Jufri Nur menegaskan, agenda dan ritual ini adalah jembatan spiritual dan moral untuk mentransfer api perjuangan masa lalu ke dalam jiwa generasi muda Manggopoh di perantauan, sekaligus mempererat simpul silaturahmi antarsesama warga Manggopoh di Padang.


"Lewat ziarah ini, kita tidak hanya menabur bunga, tetapi menyerap kembali keteguhan hati, keikhlasan dan keberanian tanpa batas dari para pendahulu kita," tutur Jufri.


Sekilas Perjuangan Siti Manggopoh: Siasat Sang Singa Betina dari Agam
Perang Manggopoh yang meletus pada pertengahan Juni 1908. Peristiwa ini dipicu oleh kebijakan kolonial Belanda yang menginjak-injak harga diri dan tatanan adat Minangkabau.


Siti Manggopoh (1880–1965), menyusun taktik infiltrasi yang sangat jenius. Puluhan pejuang dengan Strategi gerilya kilat ini berhasil menewaskan sekitar 53 serdadu kolonial dan melumpuhkan pertahanan Belanda dalam waktu singkat.


Peristiwa ini tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tamparan paling mematikan bagi militer Belanda di Sumatera Barat.

Peringatan 118 tahun ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan perantau Manggopoh di Padang, mulai dari para tokoh adat (ninik mamak), perwakilan ibu-ibu (bundo kanduang), hingga generasi Z dan milenial.


Ziarah tabur bunga ini membuktikan bahwa darah pejuang dan spirit "Singa Betina" Siti Manggopoh akan terus mengalir, tak lekang oleh waktu dan tak lapuk oleh hujan di tanah rantau. (Aldi)

×
Berita Terbaru Update