![]() |
| (Gedung Balai Kota, Goresan Sejarah Kota Padang Tempo dulu hingga sekarang masih berdiri kokoh) |
PADANG – Menjelang Hari Jadi Kota (HJK) Padang yang jatuh pada 7 Agustus 2026 mendatang, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat mematangkan seluruh rangkaian persiapan. Kota Padang yang berjuluk Kota Tercinta ini akan genap menginjak usia 357 tahun.
Guna memastikan seluruh agenda berjalan sukses dan meriah, Pemko Padang menggelar rapat koordinasi khusus di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (22/6/2026).
Rapat ini melibatkan seluruh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyatukan visi dan pembagian tugas yang matang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa momentum HJK tahun ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan yang monoton. Ia menginginkan ada terobosan baru yang menyentuh seluruh lapisan elemen masyarakat.
"Perayaan HJK ke-357 tahun ini harus mampu memberikan warna baru dan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbagai inovasi dan variasi acara telah dirancang agar perayaan HUT Kota ini menjadi pesta rakyat yang inklusif," ujar Fadly Amran di sela-sela rapat.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pelaku UMKM, komunitas seni dan pemuda akan menjadi pilar utama dalam kemeriahan HJK kali ini.
Dengan begitu, perputaran ekonomi daerah dapat langsung dirasakan oleh warga lokal selama pekan perayaan berlangsung.
Sejarah Inti Lahirnya Kota Padang
Secara historis, penetapan Hari Jadi Kota Padang merujuk pada sebuah peristiwa heroik yang terjadi pada tanggal 7 Agustus 1669. Momen tersebut merupakan puncak perlawanan bersenjata rakyat Pauh dan Koto Tengah melawan kezaliman kongsi dagang Belanda, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Di bawah komando para panglima lokal, rakyat Padang bersatu menyerbu dan berhasil membakar loji (benteng pertahanan sekaligus gudang penimbunan barang) milik VOC yang berdiri di muara sungai.
Peristiwa heroik penyerangan loji Belanda tersebut menjadi simbol perlawanan tanpa pamrih terhadap kolonialisme di pantai barat Sumatra.
Atas dasar nilai-nilai patriotisme, keberanian dan semangat persatuan masyarakat itulah, tanggal 7 Agustus kemudian diabadikan dan disepakati melalui Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamadya Daerah Tingkat II Padang sebagai hari lahir resmi Kota Padang yang diperingati setiap tahunnya. (Aldi)
