![]() |
| (Ketua ABUJAPI Sumbar Tifani, tantangan baru Jasa Pengaman untuk memenuhi peluang permintaan dari Luar negeri) |
PADANG — Sebuah babak baru bagi industri jasa pengamanan di Ranah Minang resmi dimulai dengan prosesi pelantikan Pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sumatera Barat periode 2026-2031 di Pangeran Beach Hotel, Kamis (25/6/2026).
H. Tafyani Kasim kembali dipercaya menakhodai organisasi ini untuk lima tahun ke depan. Terpilihnya Tafyani merupakan wujud nyata dari kepercayaan mutlak para anggota atas dedikasi dan rekam jejaknya dalam memajukan industri pengamanan lokal.
ABUJAPI (Abu Jabi Polri Indonesia) merupakan organisasi yang berfungsi mengeksekusi program pusat, mengawasi legalitas operasional Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) lokal, serta mengayomi kesejahteraan Satuan Pengamanan (Satpam) di wilayah Sumatera Barat. Secara struktural, organisasi ini berada di bawah naungan Ketua Umum Pusat ABUJAPI, Komjen Pol. (Purn) Drs. H. M. Sofjan Yacoeb, M.M.
Sinergi dan Kekompakan Jadi Fondasi Utama
Tafyani menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi ini terletak pada soliditas internal yang tanpa sekat.
"Kepengurusan ini terbentuk berkat satu kekompakan yang utuh. Kami melangkah bersama dengan satu visi, yaitu mengangkat marwah dan kesejahteraan para profesi pengamanan di Sumatera Barat," ujar Tafyani.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, khususnya jajaran Ditbinmas, yang selama ini menjadi mitra strategis dan pilar pendukung utama ABUJAPI. Begitu juga sinergi yang apik dengan Dinas Tenaga Kerja dan BPJS Ketenagakerjaan, iklim usaha jasa pengamanan di Sumbar tumbuh menjadi ekosistem yang tangguh dan terlindungi.
Tantangan Regulasi Baru
Di tengah dinamika perubahan regulasi industri jasa pengamanan, kepengurusan baru dihadapkan pada tantangan besar, yakni adaptasi terhadap regulasi terbaru yakni BP 28 tahun 2025, dan peningkatan profesionalisme personel Satpam di Ranah Minang.
"Kami yakin dan percaya bahwa di bawah kepemimpinan Bapak, semua tantangan akan menjadi peluang. Mari kita sama-sama sikapi aturan baru ini dan cari jalan keluar bersama," ujarnya.
Dorongan Sertifikasi Massal untuk 15 Ribu Satpam
Saat ini, Sumatera Barat memiliki kekuatan sekitar 15 ribu personel Satuan Pengamanan. Angka yang besar ini menjadi tantangan sekaligus peluang.
"Ke depannya, industri jasa pengamanan wajib mendorong sertifikasi secara masif. Saat ini, dunia industri dan korporasi hanya ingin mempekerjakan mereka yang telah lulus uji sertifikasi resmi. Satpam adalah profesi, dan profesionalisme diukur dari kompetensi," jelasnya tegas.
Tafyani juga menyuarakan aspek krusial yang menyentuh hajat hidup para personel, yakni kesejahteraan. Ia berharap ada regulasi yang mengatur tunjangan masa kerja bagi para jasa pengamanan yang telah mengabdi lama agar bisa setara dengan skala nasional. (Aldi)
