Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Festival Seni Pertunjukan Kreatif 2026 Jadi Wadah Regenerasi Kesenian Tradisional Padang

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T15:01:38Z
(Armedi Yarmen, membuka acara Pegelaran Seni Kota Padang


PADANG, – Dalam upaya melestarikan kebudayaan lokal sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi kreatif, Anggota DPRD Kota Padang, Arnedi Yarmen, S.Pd., merealisasikan dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) miliknya melalui pergelaran Festival Pagelaran Seni Pertunjukan Kreatif Kota Padang 2026. Kamis, (25/06/2026) 


Acara berlangsung selama dua hari pada 25–26 Juni 2026 digelar  di Taman Budaya, Jl. Diponegoro, Padang. Kegiatan yang diinisiasi bersama Dinas Pariwisata Kota Padang dan Payung Budaya dan Seni (PBS).


Beragam seni tradisi seperti Gamad (Gamaik Pauh Sejati), Randai, Rabab, hingga pertunjukan berbagai Sanggar Seni Tari juga dipertunjukkan disini.


Sukses kegiatanbsanggar seni ini dapat mendorong Perputaran Ekonomi dan jumlah kunjungan Wisatawan di Kota Padang.


Mewakili Wali Kota Padang dan Kepala Dinas Pariwisata, Wirdadis Esra (Kabid Ekraf) Kota Padang, memberikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi nyata Arnedi Yarmen dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif. 


Pemerintah Kota Padang berharap kegiatan ini dapat menjadi magnet baru bagi pariwisata daerah.


"Kegiatan memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif subsektor seni pertunjukan untuk menampilkan karya bernuansa Minangkabau, dan  seniman muda. Kita harapkan acara semacam ini dapat meningkatkan kunjungan wisata domestik maupun mancanegara ke Kota Padang, serta menambah perputaran ekonomi di bidang pariwisata," ujar Wali Kota Padang dalam sambutan tertulisnya.


Menjawab Tantangan Zaman dan Selera Generasi Muda

Arnedi Yarmen, S.Pd., yang juga menjabat Ketua Payung Budaya dan Seni (PBS) Kota Padang, menegaskan bahwa seni tradisi tidak boleh monoton dan harus adaptif terhadap perkembangan zaman agar tidak ditinggalkan oleh generasi muda.


"Kita tergelitik dengan perkembangan dan selera zaman. Jika kita bertahan dengan gaya masa lalu, tradisi kita bisa ditinggalkan oleh generasi sekarang. Kita harus menyikapi seni, musik, dan tradisi ini dengan kreativitas agar melahirkan pertunjukan yang menarik dan sesuai selera zaman," kata Arnedi.


Beliau mencontohkan bagaimana seni Randai yang dahulu memakan waktu berhari-hari, kini berhasil dipadatkan menjadi pertunjukan berdurasi 1 hingga 2 jam tanpa menghilangkan esensinya.


Inilah seni tradisi memiliki "nilai jual" yang layak dipromosikan ke luar daerah.

Sejalan dengan visi memperkuat posisi Kota Padang sebagai "Gastronomy City" (Kota Gastronomi). Cita rasa kuliner khas Padang harus diperkuat oleh kekhasan budaya dan seni tradisi yang mengiringinya.


Melalui PBS, Arnedi berkomitmen untuk terus menjaring bakat dan minat generasi muda melalui kompetisi seni dan pertunjukan tradisi yang lebih adaptif dan bernilai ekonomis di Kota Padang. (Aldi)

×
Berita Terbaru Update