![]() |
| (Parade Tauhid di Kota Padang dengan Habib Rizieq hadir memberi tausiah perkuat peran Niniak Mamak dan Alim ulama di ranah Minang). |
PADANG – Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Padang, menjadi pusat pelaksanaan Parade Tauhid dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah / 2026 Masehi. Peringatan yang bernuansa religius digelar sekaligus untuk menguatkan kembali peran Ninik Mamak dan Alim Ulama dalam mengimplementasikan filosofi hidup masyarakat Sumatra Barat, "Syara' Mangato, Adat Mamakai", Minggu (16/06/2026).
Tokoh agama nasional, Habib Rizieq Shihab (HRS), hadir langsung memberikan ceramah agama. Kehadirannya didampingi oleh sejumlah simpul massa, di antaranya Generasi Solidaritas Indonesia (GSI), Laskar Mujahidin, Front Persaudaraan Islam (FPI), serta Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM).
Dalam tausiahnya, Habib Rizieq secara lantang membakar semangat jemaah untuk membela tauhid dan menjaga kesucian tanah Minangkabau dari ancaman penyakit masyarakat, khususnya perilaku menyimpang LGBT.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen strategis di Sumatra Barat harus bersatu padu menghadapi fenomena yang dinilai merusak moral generasi muda.
"Kita harus bersatu. Mulai dari Ninik Mamak, Alim Ulama, hingga Cadiak Pandai harus bersama-sama melawan total penyakit masyarakat dan gerakan LGBT yang mencoba merusak ranah Minang," tegas Rizieq.
Lebih lanjut, Habib Rizieq mengingatkan pentingnya payung hukum yang konkret di tingkat daerah. Ia mendesak pemerintah daerah beserta jajaran legislatif di Sumatra Barat untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) khusus.
"Keluarkan Perda yang kuat sebagai landasan hukum gerakan anti-LGBT ini, sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia yang sudah sukses melahirkan Perda serupa," ujarnya menambahkan.
Melalui momentum ini, para tokoh Islam, organisasi masyarakat, dan pemuka adat bersepakat serta berkomitmen untuk menjadikan Parade Tauhid sebagai agenda tahunan resmi di Provinsi Sumatra Barat. Langkah ini diambil guna memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan Minangkabau. (Aldi)

