Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Festival Literasi Kota Padang 2026, Heriza : Fasilitasi ISBN Gratis Bagi Penulis Lokal

Rabu, 29 April 2026 | April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T08:39:29Z
(Heriza , ISBN International Standard Book Number) dan tidak lagi menjadi kendala bagi penulis Kota Padang)


Padang, 29 April 2026 – Selama ini, banyak penulis lokal di Kota Padang yang produktif menulis tetapi karyanya tak kunjung terbit. Penyebab utamanya bukan karena naskah yang buruk, melainkan karena terkendala dengan urusan ISBN (International Standard Book Number) dan demokrasi penerbitan. 


Kondisi ini menjadi sorotan utama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, S.STP., M.PA, dalam sambutannya di Festival Literasi Kota Padang 2026.


"Banyak penulis menulis, tapi ketika akan menerbitkan buku, mereka terkendala  dengan  penerbit buku sendiri," ujar Heriza di Youth Center, Rabu (29/4/2026).


Fakta mencengangkan terungkap: sejak 2017 hingga 2025, hanya 4 buku dari penulis lokal yang berhasil difasilitasi penerbitan ISBN-nya melalui perpustakaan. Angka ini sangat kecil dibandingkan potensi kepenulisan yang dimiliki Kota Padang.


Namun, festival kali ini memberikan angin segar. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen membebaskan para penulis dari "belenggu ISBN" dengan memfasilitasi 6 penulis tambahan secara gratis. Dengan begitu, total akan ada 10 buku yang difasilitasi ISBN hingga tahun 2026.


"Kami bedah bukunya, kami cetak bukunya, kemudian kami fasilitasi penerbitan ISBN-nya ke Perpustakaan Nasional," tegas Heriza.


ISBN sering menjadi tembok penghalang bagi penulis pemula yang tidak memiliki akses ke penerbit besar. Perpustakaan kini tidak lagi sekadar tempat membaca, tetapi menjelma menjadi rumah lahirnya penulis-penulis ber-ISBN.


Festival Literasi Kota Padang 2026 yang berlangsung 24 April–3 Mei ini diharapkan menjadi agenda tahunan untuk terus menggenjot indeks pembangunan literasi masyarakat yang saat ini masih di angka rendah, 18 poin.


"Kami hadir membantu agar buku-buku karya anak daerah bisa terbit dan memiliki identitas resmi," pungkas Heriza. (Aldi)

×
Berita Terbaru Update