Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Festival Literasi Padang 2026: Fadli Amran Targetkan Akreditasi A dan 60 Buku Setahun

Rabu, 29 April 2026 | April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T09:30:40Z
(Fadli bersama Endro Archiamandala siswa SMP penulis muda dengan karya novel fantasi)


Padang – Festival Literasi Kota Padang 2026 resmi dibuka dengan semarak di Youth Center, Rabu (29/4/2026). Mengusung tema "Perpustakaan Keren Menghasilkan Penulis Keren", festival yang berlangsung 24 April–3 Mei 2026 ini menjadi momentum kebangkitan dunia kepenulisan di ibu kota Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Fadli Amran menyoroti target besar transformasi perpustakaan daerah. Meskipun akreditasi perpustakaan saat ini masih C, ia optimistis dalam dua tahun ke depan bisa meraih akreditasi A.

" Gak usah lama-lama, dua tahun kita kejar. Harus optimis," tegas Fadli di hadapan penulis muda.

Ia juga meminta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Heriza Syafani, S.STP., M.PA, untuk segera merenovasi kantor dan menyulap perpustakaan menjadi ruang interaksi digital yang nyaman. Tak hanya fisik, ekosistem literasi juga akan diperkuat dengan menggandeng jurnalis dan pegiat literasi dari PWI.


Target Ambisius: 60 Buku Setahun
Fadli  mentargetkan penerbitan 60 buku dalam satu tahun. Angka ini dipecah menjadi kontribusi dari berbagai kalangan, termasuk Siswa SMP, komunitas taman baca, hingga pegiat literasi.

"60 buku setahun. Lima buku setiap bulan ? Bukan. Itu 60 bagi 12 bulan. Saya minta dari SD, SMP, PWI, DPM, dan taman baca masyarakat semuanya menyumbang. Kalau anggarannya aman, undang penulis, kasih konsumsi, langsung sampaikan karyanya," ujarnya.

Festival kali ini menghadirkan rangkaian kegiatan seperti bedah buku, sesi menulis bersama dan workshop menulis yang dipandu langsung oleh penulis-penulis nasional asal Padang.

Penulis Muda Naik Panggung
Salah satu momen paling inspiratif adalah ketika Fadli meminta para pelajar yang sudah menulis buku untuk berdiri dipanggung.  Seorang siswa SMP bernama Endro Archiamandala maju dan bercerita tentang novel fantasi karyanya yang bertema Nusantara. Endro mengaku butuh empat bulan menulis novel tersebut dan berharap bisa diterbitkan.

"Bayangkan, kalau anak-anak muda seperti Endro terus didorong, ini adalah peradaban. Kita tidak bisa biarkan anak-anak hanya konsumsi informasi instan. Menulis adalah bukti kecerdasan," puji Fadli.

Walikota juga memberi apresiasi kepada para penulis dan sponsor, termasuk Gramedia yang mendukung penuh gerakan literasi di Kota Padang. (Aldi)

×
Berita Terbaru Update