![]() |
| (Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani hadir di Padang dalam Rarerda dan Pelantikan Apindo Sumbar) |
Padang – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan dua prioritas utama untuk mendongkrak ekonomi Sumatera Barat: hilirisasi sumber daya alam dan pengurangan angka pengangguran melalui pengelolaan komoditas sawit, kopi, dan karet.
"Kami tidak mau hanya ekspor bahan mentah. Hilirisasi harus digenjot agar nilai tambah tetap di daerah," tegas Shinta.
Dalam diwawancara ia juga memaparkan tiga fokus APINDO untuk Sumbar: mengatasi pengangguran yang masih di atas nasional dengan mengembangkan UMKM melalui program magang mahasiswa (UMKM BDK), serta mengawal regulasi dan perizinan yang masih menjadi momok di lapangan.
Kolaborasi, Bukan Kompetisi. Shinta menyampaikan pesan "Indonesia Incorporated" bahwa pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bahu-membahu. "Kita semua pemegang saham Indonesia. Target pertumbuhan 8 persen tidak bisa dilakukan sendiri," ujarnya.
Ia juga menyoroti masalah klasik, regulasi dan perizinan yang sering macet di lapangan meskipun aturan sudah bagus. APINDO akan terus mengawal agar proses investasi lebih cepat dan kompetitif melawan negara tetangga. "Kita berkompetisi dengan negara tetangga. Perbaikan kecepatan investasi adalah visi APINDO. Jika kolaborasi kuat, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan mimpi. Penciptaan lapangan kerja adalah kunci kesehatan masyarakat," pungkas Shinta. (Aldi)

