![]() |
| (Bustavidia, Ketua KKP-RI Disdik Sumbar) |
Padang, Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKP-RI) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menunjukkan kinerja gemilang dengan mencatatkan peningkatan aset sebesar 46 persen. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Buku 2015 yang digelar baru-baru ini, koperasi menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga yang maju, berkelanjutan, dan mampu mensejahterakan seluruh anggotanya. Sabtu (14/02/2016)
“Melalui RAT tahun ini, kita tegaskan visi untuk mewujudkan KKP-RI Disdik Sumbar yang maju berkelanjutan dan mensejahterakan anggota. Ini bukan sekadar slogan, tapi arah perjuangan kita ke depan,” ujar Bustavidia dalam sambutannya.
Pertumbuhan Aset dan Ekspansi Keanggotaan
Berdasarkan laporan keuangan yang dipaparkan, total aset koperasi saat ini mencapai Rp2.468.540.000, melonjak signifikan dari posisi tahun sebelumnya. Ketua Bustavidia menjelaskan bahwa pertumbuhan ini diraih berkat soliditas pengurus dan dukungan penuh dari anggota.
“Peningkatan ini adalah buah dari kerja kolektif. Sekurang-kurangnya kita sudah berada di level yang tinggi dan tren positif ini harus dijaga dari tahun ke tahun,” tambahnya.
Dari sisi keanggotaan, KKP-RI Disdik Sumbar saat ini menaungi 1.915 orang, yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, serta pensiunan di lingkungan Dinas Pendidikan. Jumlah ini diharapkan terus bertambah seiring dengan peningkatan layanan dan kepercayaan terhadap koperasi.
Transformasi Digital dan Perluasan Layanan
Sebagai salah satu koperasi terbaik di Sumatera Barat, KKP-RI Disdik Sumbar tengah bertransformasi menjadi koperasi berbasis digital. Langkah ini diambil untuk memudahkan transaksi, mempercepat pelayanan, serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan.
Pengurus juga tengah mengkaji peluang penambahan unit usaha atau mitra strategis seperti Trako Biru dan DKR. Namun, Bustavidia menegaskan bahwa pihaknya akan sangat selektif dalam memilih mitra.
“Kami tidak akan menambah mitra yang belum berjalan dengan baik. Yang terpenting adalah bagaimana ekosistem koperasi ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi anggota,” jelasnya.
Perhatian pada Aspek Sosial dan Pendidikan
Lebih dari sekadar lembaga simpan pinjam, KKP-RI Disdik Sumbar juga aktif menyalurkan dana sosial dan beasiswa pendidikan bagi anak-anak anggota. Hal ini sejalan dengan semangat koperasi yang tidak hanya mementingkan keuntungan, tetapi juga kepedulian sosial.
Meski demikian, pengurus mengakui bahwa mekanisme bantuan untuk korban bencana alam seperti banjir belum sepenuhnya diakomodasi dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Saat ini, pihaknya masih mengevaluasi kemungkinan perluasan cakupan bantuan sosial tersebut.
“Kemarin saat bencana, ada beberapa anggota yang terdampak. Karena belum diatur dalam AD/ART, kita belum bisa bertindak banyak. Ini akan menjadi catatan penting untuk revisi AD/ART ke depan,” ungkap Bustavidia.
Saat ini total simpanan mencapai 1,3 miliar rupiah dan semangat transformasi digital, KKP-RI Dinas Pendidikan Sumbar optimis dapat menjadi contoh koperasi pegawai yang modern, sehat, dan berkelanjutan di Indonesia. (Aldi)
