![]() |
| (Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Dedy Agustanto) |
Padang, – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Barat terus menggencarkan peran strategis Duta Generasi Berencana (GenRe) sebagai garda terdepan dalam mengatasi permasalahan remaja. Hal ini mengemuka dalam ajang Pemilihan Duta Genre Tahun 2026 Kota Padang di Youth Center Padang, Sabtu (14/02/2026).
Fathir dan Nikita Terpilih sebagai Duta Genre Padang 2026
Sebanyak 40 finalis dari berbagai SMA di Kota Padang, yang merupakan remaja aktif di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), telah bersaing ketat dalam ajang ini. Setelah melalui penilaian komprehensif, Fathir Lathief (SMAN 6 Padang) dan Nikita Arhima Putri (SMAN 2 Padang) berhasil dinobatkan sebagai The Winner Duta GenRe Kota Padang 2026.
Tiga Fokus Utama yang Harus Diperangi Duta Genre
Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Dedy Agustanto, S.Kom., M.Pd.T. , menegaskan bahwa program Duta GenRe adalah gerakan wajib menyelamatkan masa depan bangsa. Ia memaparkan tiga fokus utama yang harus diperangi para duta:
Pertama, Pernikahan Dini Penyebab utama stunting karena ketidaksiapan usia dan emosional.
Kedua, Penyimpangan Seksual Maraknya kasus LGBT yang menjadi perhatian serius di Sumbar.
Dan ketiga Penyalahgunaan Narkoba Ancaman serius bagi masa depan generasi muda
"Tiga hal itu yang kita perangi dan harus menjadi perhatian kita bersama," tegas Dedy.
Peran Strategis Duta Genre 2026 :
1. Sebagai Pendidik Sebaya di PIK-R
Para duta menjadi konselor bagi remaja yang menghadapi masalah keluarga, percintaan, atau tekanan lainnya. Mereka lebih dekat dengan teman sebaya dibanding orang tua, sehingga mampu memberikan solusi tepat.
2. Sebagai Agen Kampanye Program Pemerintah
Dengan kekuatan media sosial, para duta mengampanyekan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengedukasi pentingnya gizi bagi peningkatan semangat belajar.
3. Role Model dengan Bekal Spiritual
Pembekalan para duta mencakup nilai-nilai spiritual melalui penguatan delapan fungsi keluarga, terutama fungsi agama, sehingga mereka memiliki bekal iman dan pengetahuan yang lengkap.
"Kalau tidak dari sekarang, 10 atau 20 tahun ke depan, merekalah yang mengisi estafet kepemimpinan bangsa. Generasi ini harus kita libatkan untuk memerangi tiga hal tadi, sehingga Indonesia berhasil mewujudkan generasi emas yang kuat," pungkas Dedy.
Duta GenRe Kota Padang resmi dimulai. Fathir dan Nikita kini menjadi motor penggerak pencegahan tiga masalah utama remaja, didukung penuh oleh BKKBN dan Pemerintah Kota Padang. (Aldi)

