Lila Yanwar, WIES 2025 Jadi Strategi Naikkan UMKM dan Wisatawan ke Sumbar
![]() |
| (dr. Lila Yanwar, MARS, "WIES 2025 strategi menaikkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar) |
![]() |
| (dr. Lila Yanwar, MARS, "WIES 2025 strategi menaikkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar) |
![]() |
| (Pantai Air Manis sebagai icon pariwisata Kota Padang, sinergi Komando Daerah Maritim (Kodaeral) II dengan Pemerintah Kota Padang) |
Padang, Lenteraindonews.com -- Pantai Air Manis, salah satu ikon wisata utama Kota Padang, menjadi lokasi aksi bersih-bersih dan penghijauan dalam sebuah kolaborasi strategis pada Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini mempertemukan jajaran Komando Daerah Maritim (Kodaeral) II dengan Pemerintah Kota Padang, menandai sinergi konkret antara TNI AL dan pemerintah daerah.
Sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Armada RI 2025, aksi ini tidak hanya berfokus pada pembersihan kawasan pantai. Sebanyak 125 peserta yang terlibat juga menanam 100 bibit pohon kelapa hibrida untuk memperindah dan melestarikan lingkungan pantai. Keindahan pantai yang bersih dan asri merupakan daya tarik utama bagi wisatawan, yang secara langsung mendongkrak kunjungan dan perekonomian pariwisata lokal.
Perwira Pembantu Komsos Kodaeral II, Letkol Laut (PM) Enriko Sandro, menegaskan komitmen TNI AL untuk turut serta dalam pembangunan daerah. "Kami berkolaborasi dengan Pemko Padang membersihkan Pantai Air Manis, objek wisata terkenal ini, sekaligus menanam pohon untuk masa depan," ujarnya. Ini merupakan aksi kedua setelah sebelumnya dilakukan di Kota Pariaman.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyambut hangat inisiatif ini. Ia menyatakan kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi lintas sektoral yang luar biasa. "Kami apresiasi mendalam kepada jajaran Kodaeral II. TNI AL hadir tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga di tengah masyarakat," kata Yudi.
Yudi menekankan bahwa kebersihan dan kenyamanan destinasi adalah "wajah" pariwisata Padang. Targetnya bukan sekadar keramaian, tetapi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. "Wisatawan harus membawa kenangan indah akan pantai yang bersih. Semoga sinergi ini terus terjalin," tutupnya, berharap aksi ini menjadi momentum bagi kesadaran kolektif yang lebih luas. (Aldi)
Padang, Lenteraindonews.com -- Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk menjadikan kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata bersejarah yang berkelas terus menunjukkan progres ke arah yang lebih positif.
Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemko Padang menggelar Focus Group Discussion (FGD) laporan pendahuluan penyusunan Guidelines atau pedoman penataan kawasan Kota Tua Padang, Kamis (16/10/2025).
Kawasan yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang Kota Padang ini memiliki sejarah yang kaya. Sejak abad ke-17, kawasan di sekitar Batang Arau ini berkembang menjadi pelabuhan penting bagi VOC, menarik pedagang dari China, India, Arab, dan Eropa. Jejak kejayaan masa lalu itu masih terpateri jelas pada arsitektur bangunan-bangunannya, seperti Klenteng See Hien Kiong (1861), Gereja Santo Petrus (abad ke-19), Masjid Muhammadan (1843), dan Gudang Kopi (Niuwe Pakhuys) yang kokoh di tepian sungai.
Setiap dinding, jendela, dan ornamennya bercerita tentang dinamika sosial-ekonomi masa kolonial, menjadikannya living museum yang tak ternilai. Melalui FGD ini, semangat untuk melestarikan warisan bernilai tinggi ini dirumuskan menjadi sebuah pedoman bersama.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Rangkayo Basa ini menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari unsur pemerintah, BUMN, komunitas, akademisi, hingga para pemilik bangunan cagar budaya di kawasan heritage tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra, menjelaskan bahwa pedoman ini akan menjadi acuan utama dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan bersejarah di jantung Kota Padang. “Guideline Kota Tua Padang ini merupakan panduan dalam pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, revitalisasi kawasan, serta perancangan tata ruang yang selaras dengan kaidah pelestarian yang tepat,” ujar Yudi.
Ia menegaskan, penyusunan pedoman dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah provinsi, komunitas, pemilik bangunan, dan tokoh masyarakat agar hasilnya dapat diterima dan diterapkan bersama. “FGD ini penting agar semua pihak memiliki acuan yang sama dalam menata kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata bersejarah yang hidup dan berdaya ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, menilai kawasan Kota Tua Padang memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata unggulan Sumatera Barat. “Kawasan ini punya potensi luar biasa, baik dari sisi sejarah maupun ekonomi. Revitalisasi Kota Tua akan berdampak luas terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat citra Sumatera Barat sebagai destinasi wisata berkelas,” ungkapnya. Menurutnya, Kota Padang telah menunjukkan langkah nyata dalam menghidupkan kembali kawasan heritage, terlihat dari terselenggaranya berbagai kegiatan seperti Festival Siti Nurbaya dan Festival Kota Tua Padang. “Tahun 2026 nanti kita targetkan kawasan ini sudah siap beroperasi sebagai destinasi wisata unggulan. Minimal dimulai dengan pengecatan, penataan warna bangunan khas, pemasangan lampu dan bangku bergaya kolonial,” ujar Lila optimistis.
Dalam wawancara terpisah, Yudi Indra menambahkan bahwa sebelum pedoman rampung, penataan awal sudah mulai dilakukan secara bertahap. “Kita mulai dari hal-hal ringan seperti pengecatan bangunan, pengaturan jalur transportasi, dan penyediaan ruang kegiatan publik untuk menarik wisatawan,” jelasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan pelestarian, terutama bagi bangunan milik pribadi yang berada di kawasan heritage. “Walaupun milik pribadi, karena berada di kawasan bersejarah, tetap harus mengikuti aturan bersama agar nilai budaya dan sejarahnya tidak hilang,” tegasnya.
FGD ini menjadi bagian dari rangkaian panjang pengembangan Kota Tua Padang yang sebelumnya telah memiliki masterplan sejak 2023. Dengan hadirnya pedoman baru ini, diharapkan penataan kawasan heritage berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan selaras dengan visi Kota Padang menuju wisata berkualitas (quality tourism) yang menghargai sejarah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.(Red)
![]() |
| (Para juri Padang Git Talentl 2025 di Gedung Himpunan Tjinta Teman) |
Padang, Lenteraindonews.com – Pesona sejarah dan budaya Kota Padang berhasil menyita perhatian publik dalam gelaran Kota Tua Festival 2025. Festival yang berlangsung meriah dari 19 hingga 27 September 2025 di Gedung Himpunan Tjinta Teman (HTT) sukses menjadi magnet wisata yang memadukan keindahan seni, kuliner dan geliat ekonomi kreatif.
Mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek”, kolaborasi antara Himpunan Tjinta Teman (HTT) dengan Dinas Pariwisata dihadirkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata, sejarah dan keberagaman budaya yang menjadi jantung keindahan Kota Padang, khususnya di seputaran Batang Arau hingga Kampung Pondok.
Keberagaman tersebut tercermin dari kolaborasi empat etnis Tionghoa, India, Nias, dan Minang, yang menyatu dalam pertunjukan seni dan budaya menggambarkan Padang sebagai kota yang multietnis dan harmonis.
Saat pembukaan hari pertama festival, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan, “Melalui festival ini, kita perlihatkan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya kita kepada dunia. Padang memiliki sejarah, kuliner hingga keharmonisan warga.”
![]() |
| (Antusias pengunjung di hari terakhir Festifal Kota Tua 2025 kampung pondok, terlihat padat dan lancar) |
Tidak hanya suguhan budaya, festival juga menjadi pendorong perputaran ekonomi. Di sepanjang area, berjejer stand-stand UMKM, kuliner, pameran sepeda motor matik, motor listrik, hingga mobil terbaru. Stan-stan ini menjadi denyut nadi ekonomi yang mengairahkan dan memberikan ruang transaksi bagi pelaku usaha.
Disudut lain arena festival acara juga diisi dengan berbagai hiburan, termasuk penampilan dendang KIM musik favorit warga Kota Padang, yang memberikan hadiah utama berupa motor matik bernilai puluhan juta rupiah.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang dan penyerahan piagam serta hadiah lomba "Kota Tua Got Talent" yang telah berlangsung selama seminggu.
Kegiatan ini bersumber dari Pokir (Usulan) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman, melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat ini, terbukti berhasil mencapai tujuannya. Seperti disampaikan Albert, festival ini berperan penting dalam membangun keharmonisan warga serta menggairahkan ekonomi dan wisata di kawasan kota tua.
Albert menyampaikan terima kasih dan apresiasi terselenggaranya Festifal Kota Tua dengan ribuan pengunjung dan berharaap kedepannya acara lebih besar lagi untuk memajukan pariwisata dan budaya Padang. Festival ini adalah bukti bahwa ketika kita bersatu, kita bisa menciptakan sesuatu yang indah dan bermanfaat,” ujarnya. (Aldi)
Padang, Lenteraindonews.com -- Pentas seni Nongkrong Kreatif yang digelar di Pujasera Taplau, Padang, Minggu (8/8) malam, menyuguhkan pertunjukan luar biasa dari anak-anak difabel. Dengan penuh semangat, mereka memamerkan keterampilan Wushu yang memukau ratusan penonton yang hadir.
Para peserta yang berasal dari berbagai sanggar difabel di Padang itu menampilkan gerakan Wushu yang dinamis, dilengkapi dengan penggunaan pedang, kipas, dan tongkat. Kostum warna-warni yang mereka kenakan semakin mempercantik penampilan.
"Latihan selama tiga bulan akhirnya terbayar. Mereka sangat antusias dan berlatih dengan tekun," ujar Rina, salah seorang pelatih.
Penampilan mereka berhasil menyentuh hati banyak penonton. Arie (42), warga Padang Timur, mengaku terharu menyaksikan aksi anak-anak difabel tersebut.
"Saya sampai merinding melihat penampilan mereka. Ini bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Syafni Indra, secara khusus memberikan penghargaan kepada para peserta.
"Piagam ini sebagai bentuk apresiasi kami. Ke depan, kami akan memperluas panggung inklusif seperti ini ke lebih banyak lokasi," ujar Yudi.
Dukungan untuk Seniman Difabel
Pemerintah Kota Padang membuka kesempatan bagi sanggar dan komunitas difabel yang ingin menampilkan karya mereka. Setiap Jumat juga disediakan pelatihan seni gratis khusus untuk penyandang disabilitas.
Andi (15), salah satu peserta, dengan semangat menyatakan, "Malam ini kami buktikan bahwa kami juga bisa berkarya dan menghibur masyarakat."
Pentas Nongkrong Kreatif akan menjadi agenda rutin dengan berbagai tema menarik, sekaligus mempersiapkan seniman difabel Padang untuk tampil di ajang yang lebih besar. (Red)
Padang, Lenteraindonews.com -- Kegiatan seni yang digelar setiap Sabtu (Malam Minggu) di Pujasera Pantai Padang ramai dinonton oleh masyarakat dan pengunjung pariwisata baik lokal maupun manca negara yang kebetulan lewat di depan masjid Al-Hakim.
" Acara ini sangat bagus dan menghibur pengunjung seperti kami yang berasal dari Pekanbaru, disini kami bisa menikmati seni budaya Minang Kabau," ungkap Hamid wisatawan dari Pekanbaru, Sabtu malam, (2/ 08/ 2025).
Lebih lanjut, acara seperti ini sangat membangun dan bisa mengarahkan para generasi muda lebih kreatif juga bisa menjauhi mereka dari efek negatif, seperti halnya tawuran dan pengaruh akan narkoba.
" Setiap seni tari atau yang saya lihat disini opera seni cerita yang bercampur dengan silat seperti tadi diumumkan LC adalah randai. Gerakkan tersebut sudah pasti para penggiat seni tersebut adalah sehat dan ini bisa dilihat bahwa mereka sangat jauh dari apa yang disebut dengan pemakai Narkoba, " papar Hamid.
Kepala dinas Pariwisata dalam kata sambutannya berapa saat yang lalu mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang kreasi buat generasi muda.
"Acara yang digelar setiap malam Minggu di Pujasera merupakan ajang kreasi para anak muda, selain seni Minang juga menampilkan para pengamen jalanan dan ini bisa menjadi sebagai ajang kreasi buat para anak muda dan penggiat seni, " terang Yudi.
Terpisah, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan kegitan ini " Kami bersama Bapak Wali Kota ingin mendorong OPD untuk lebih kreatif dalam menciptakan tampilan-tampilan seni dan budaya yang bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan," ujar Maigus, Sabtu Malam (malam minggu) 14 Juni 2025.
" Kegiatan seni akan digelar setiap hari Sabtu, Kita manfaatkan dua panggung terbuka di kawasan wisata, yakni di Pujasera yang berada di depan kantor Dinas Pariwisata lama dan di Cimpago (depan Lapau Panjang). Kedua panggung ini direncanakan sebagai wadah ekspresi seni bagi pelajar, komunitas, hingga seniman jalanan Kota Padang, " ungkapnya.
"Kita ingin kedua panggung ini aktif, minimal setiap malam Minggu. Anak-anak sekolah tidak hanya tampil di lingkungan mereka sendiri, tapi bisa unjuk kebolehan di kawasan wisata. Begitu juga seniman lokal, kita seleksi yang terbaik untuk tampil. Pemerintah siap memfasilitasi," beber Maigus.
Maigus juga mengatakan, pergelaran seni ini akan melibatkan berbagai instansi terkait, diantaranya, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, juga Kominfo serta dukungan dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup.(Gan/Aldi)
![]() |
| (Destinasi Wisata Pantai Pasir Jambak sangat indah dan asri, Pilihan wisata rombongan maupun wisata keluarga. Foto Dok. AndiSatria) |
![]() |
| Pelatihan pembuatan Deta, diadakan di Mini Theater Gedung Youth Center Padang |
![]() |
| Deta dipakai oleh laki-laki Minangkabau simbol kewibawaan dan kehormatan |
![]() |
| Pj Sekda Kota Padang Yosefriawan menerima penghargaan APPI 2024 yang diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. |
Jakarta, (Lenteraindonews.com) -- Kota Padang berhasil memboyong tiga penghargaan dalam Lomba Video Kreatif Bangga Berwisata di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) di ajang Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia (APPI) 2024.
Penghargaan ini diterima Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Yosefriawan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Ajang Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia (APPI) adalah sebuah penghargaan yang diberikan untuk memperkuat promosi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2024, ajang ini diikuti oleh seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia, di mana para peserta berkompetisi dengan membuat video pendek yang mempromosikan potensi pariwisata di daerahnya.
APPI 2024 mengusung beberapa kategori, seperti kuliner, Event Daerah, Seni dan Budaya, serta Destinasi Wisata Unggulan. Ajang ini bertujuan untuk mengapresiasi semangat dan inovasi pemerintah daerah dalam memasarkan potensi pariwisata di daerah masing masing.
Adapun
tiga penghargaan yang diraih Pemko Padang di Ajang Apresiasi Pemasaran
Pariwisata Indonesia (APPI) adalah :
Peringkat
kedua untuk kategori Video Kuliner
Peringkat
ketiga untuk kategori Video Seni dan Budaya
Peringkat
keempat untuk kategori Video Event Daerah
Penghargaan bergengsi ini diberikan atas partisipasi aktif Kota Padang dalam Lomba Video Kreatif Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno.
Penghargaan ini diterima oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Padang, Yosefriawan, bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani.
Pj Sekretaris Daerah Kota Padang, Yosefriawan, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih Pemko Padang.
"Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh stakeholder pariwisata di Kota Padang," ujarnya.
Yosefriawan berharap dengan diraihnya penghargaan ini, citra Kota Padang sebagai destinasi wisata semakin meningkat.
"Kami berharap kunjungan wisatawan ke Kota Padang akan semakin meningkat sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menjelaskan bahwa partisipasi Kota Padang dalam ajang APPI merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempromosikan potensi wisata daerah.
"APPI merupakan ajang yang sangat baik untuk mempromosikan destinasi wisata, event, seni budaya, dan kuliner daerah. Kami berharap dengan mengikuti ajang ini, Kota Padang semakin dikenal oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara," ungkapnya.
Lomba Video Kreatif BBWI merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam mempromosikan potensi wisata daerah masing-masing.
Peserta lomba diminta untuk membuat video kreatif dengan durasi tertentu yang mengangkat tema-tema pariwisata yang telah ditentukan.
Dengan diraihnya tiga
penghargaan dalam ajang ini, Kota Padang membuktikan bahwa potensi wisata Kota
Padang sangat menarik dan layak untuk dikunjungi. (Rils)
Padang, LenteraIndoNews.com - Event Sumarak Ramadhan yang sukses digelar pada Ramadhan tahun lalu, kembali akan dilaksanakan pada Ramadhan tahun 1445 H ini. Kegiatan yang akan berlangsung 22 hingga 31 Maret tersebut rencananya akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tanggal 23 Maret mendatang.
"Tahun ini adalah tahun kedua kita melaksanakan event Sumarak Ramadhan dan kita berharap kunjungan wisata di Sumatera Barat akan meningkat," kata Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sumbar Asril, saat jumpa pers dengan awak media di ruangan Command Center Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Selasa (20/03/2024).
Asril menjelaskan, kegiatan Sumarak Ramadhan dilaksanakan untuk semakin menguatkan Provinsi Sumbar sebagai Destinasi Wisata Halal di Indonesia, seperti tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal.
Selain itu, kegiatan Event Sumarak Ramadhan 1445 H ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Sumbar bekerja sama dengan stakeholder terkait dengan tujuan meningkatkan kunjungan wisata dan tentunya meramaikan Masjid Raya Sumbar yang merupakan Masjid kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik yang diwakili oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Indra Sukma, mengusulkan pelaksanaan bazar di halaman kantor Gubernur disatukan dengan event Sumarak Ramadhan.
"Kita berharap pelaksanaan event atau bazar-bazar lain yang akan digelar di Pemprov Sumbar dilaksanakan diwaktu dan tempat yang sama, dengan tujuan memaksimalkan kunjungan wisata," ucap Indra.
Dalam event Sumarak Ramadhan 1445 H akan diisi dengan berbagai sumarak seperti, Sumarak Kuliner, Sumarak Ekonomi Kreatif (Ekraf), Sumarak Fashion, Sumarak Produk Anak (Produk Fashion Anak, Produk Mainan Anak), Wahana Bermain Anak, Aneka Lomba (Lomba Tahfizh, Lomba Da'i Cilik), Panggung Kreasi Anak dan event menarik lainnya. (**)
![]() |
| Antusias pengunjung pasar malam di kelurahan Olo - Pantai Padang (foto doc. LN) |
Padang, LenteraIndoNews.com - Gemerlap langit di lokasi wisata Pantai Padang ditambah kemilauan cahaya warna warni lampu menambah keindahan dan kemeriahan Pasar Malam yang terletak di Jl. Samudera Kelurahan Olo Padang. Zaman telah berobah teknologi telah maju namun pasar malam tetap menjadi idola bagi masyarakat, bahkan daya pikatnya sulit di tolak oleh sejumlah kalangan atas.
Terlihat antusias pengunjung di hari pertama dibuka 24 Februari 2024, berjejer warga yang antri membeli karcis untuk menikmati wahana yang ada. Akses lokasi yang strategis memberi kemudahan bagi pengunjung untuk datang dan menikmati hiburan di pasar malam. “Kami akan membuka pasar malam ini sampai lebaran 2024 nanti” ujar peri pengelola pasar malam saat diwawancarai oleh tim, Sabtu (24/2/2024)
Adanya pasar malam menambah semaraknya aktifitas perekonomian warga di sekitar Pantai Padang, antusias pengunjung memberikan pemasukan bagi pemuda setempat dalam merapikan dan mengelola perpakiran, serta membantu mengatur kelancaran kendaraan di jalan raya utama. Tidak terkecuali warung kopi, warung lesehan bermunculan menjajakan makanan dan minuman yang murah meriah.
Setiap hari pasar malam mulai dibukan pukul 7.30 s/d 12.00 malam. Selain hiburan, yang menjadi data tarik pasar malam lomba ketangkasan. Dengan membeli karcis atau tiket sebesar Rp. 10 ribu pengunjung yang beruntung dapat membawa hadiah pulang kerumah. Setiap stand memberi hadiah berbeda beda mulai yang mahal Android sampai yang paling murah rokok, panci, sendok dan sampo.
Rata rata harga karcis untuk setiap wahana di pasar malam sepuluh ribuan. Bermacam wahana yang ada seperti bianglala, kora-kora, roda roda gila dan rumah hantu yang selalu ramai. Ada juga wahana permainan tradisional seperti lempar jarum, lembar gelang dan mewarnai gambar hitam putih, Ajang seluncur dan lompat untuk anak-anak.
Tidak ketinggalan pasar malam yang menawarkan kuliner, seperti food truck, mie tek tek, berbagai macam produk kerajinan tangan, cindera mata dan pakaian. Semua wahana menjadikan pasar malam tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. (Aldi/LN)