![]() |
| (Wakil Walikota Padang Maigus Nasir saat Peringati Jasa dan Perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan) |
PADANG — Pengorbanan jiwa dan raga Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan bukan sekadar catatan sejarah yang diperingati saban tahun. Keberanian mantan Wali Kota Padang tersebut harus dijadikan tameng dan bahan bakar utama untuk melawan ketertinggalan serta memajukan Kota Padang di era modern.
Pesan tegas itu dilontarkan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memimpin Upacara Peringatan 79 Tahun Gugurnya Bagindo Aziz Chan di Lapangan Upacara Balai Kota Aie Pacah, Minggu (19/7/2026) pagi.
Maigus menegaskan bahwa prinsip pantang menyerah sang pahlawan harus ditransformasikan ke dalam aksi nyata. Mengusung tema "Satu Tujuan Menghidupkan Kembali Nilai Perjuangan Bagindo Aziz Chan untuk Menuju Padang sebagai Kota Gastronomi", Pemko Padang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dan membuang ego sektoral demi kejayaan daerah.
Rekam jejak Bagindo Aziz Chan memang sarat akan keteguhan sikap yang tak bisa ditawar. Dilantik sebagai Wali Kota Padang pada 1946 di tengah kepungan militer Belanda, beliau menolak keras menjadi pejabat boneka dan berdiri paling depan memasang badan demi mempertahankan kedaulatan Republik di tanah Minang.
Keberaniannya mengkristal lewat ikrar legendaris, "Langkah Senget", yang menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah mundur selangkah pun dari ancaman musuh. Sikap tanpa kompromi itu dibayar tuntas dengan darahnya ketika beliau gugur ditembak serdadu Belanda dalam pertempuran di Kudus, Kendal, pada 19 Juli 1947.
Menurut Maigus, warisan keberanian luar biasa itulah yang kini dituntut dari warga Padang. Semangat perlawanan Bagindo Aziz Chan terhadap penjajah harus dihidupkan kembali dalam bentuk sinergi, kerja keras, dan kolaborasi total untuk mengejar ketertinggalan serta merealisasikan visi Padang sebagai pusat gastronomi dunia.(Hld)
