![]() |
| Fadly Ambran di forum ICSSD-SEA UNAND, Konferensi bergensi lintas negara |
PADANG — Kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran kembali mencuri perhatian panggung akademis global. Orang nomor satu di Kota Padang tersebut dipercaya menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam ajang International Conference on the Social Dimensions of Sustainable Development in Southeast Asia (ICSSD-SEA) 2026 di Convention Hall Universitas Andalas, Selasa (14/7/2026).
Konferensi bergengsi yang digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas ini menjadi wadah diskusi lintas negara. Momen tersebut menghimpun para pakar, akademisi, dan praktisi dari Indonesia, Malaysia, Australia, Thailand, hingga Laos untuk membedah dimensi sosial pembangunan di kawasan Asia Tenggara.
Di hadapan forum internasional tersebut, Fadly Amran memaparkan secara tajam peta jalan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang tengah diterapkan di Kota Padang. Ia menegaskan bahwa kebijakan publik tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan fisik semata, melainkan wajib meletakkan kualitas hidup masyarakat sebagai muara utama.
Secara mendasar, gelaran ICSSD-SEA 2026 menaruh perhatian utama pada respons masyarakat Asia Tenggara terhadap perubahan iklim, pergeseran demografi, dan percepatan digitalisasi. Konferensi ini bertujuan merumuskan strategi bersama agar proses transformasi ekonomi di tingkat regional tidak mengabaikan keadilan sosial serta perlindungan bagi kelompok rentan.
Selain itu, forum ini menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal (local wisdom) ke dalam kerangka kerja pembangunan global. Para delegasi menyepakati bahwa inovasi kebijakan publik baru akan efektif di tingkat tapak apabila didasari oleh pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial-budaya setempat, sebagaimana yang dipraktikkan di Kota Padang.
Untuk menjawab tantangan itu, Pemko Padang mengusung sejumlah Program Unggulan (Progul) strategis yang menyasar penguatan kesejahteraan sosial, pendidikan, dan inklusivitas ekonomi. Pendekatan ini dirancang guna memastikan bahwa dampak pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga, sekaligus menjaga ketahanan kota dari dinamika global.
Selain memaparkan inovasi daerah, kehadiran Wako Fadly Amran dalam ajang skala Asia Tenggara ini mempertegas komitmen Pemko Padang dalam membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi dunia, dan mitra internasional dinilai menjadi kunci krusial untuk melahirkan formula pembangunan yang adaptif dan berdampak jangka panjang.
Melalui ajang ICSSD-SEA 2026 ini, Kota Padang tidak hanya memposisikan diri sebagai penerima ide, tetapi juga tampil aktif menancapkan keberhasilannya sebagai percontohan tata kelola kota yang berbasis sosial bagi negara-negara tetangga. (Hld)
