Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berebut Mahkota Padang Rancak Award 2026, Tiga Bank Sampah Unggulan Masuk Penilaian Akhir

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T18:01:20Z
(Tiga bank sampah yang berhasil lolos ke fase final menuju yang terbaik dalam ajang Padang Rancak Award 2026)


PADANG - Persaingan dalam memperebutkan gelar lingkungan paling bergengsi di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat kian memanas. Sebanyak tiga bank sampah yang berhasil lolos ke fase final kini tengah bertarung ketat demi mengamankan titel sebagai yang terbaik dalam ajang Padang Rancak Award 2026. Guna melihat langsung inovasi di lapangan, juri telah merampungkan agenda verifikasi ke tiga lokasi tersebut pada Sabtu (2/5/2026).


Tiga kontestan kuat yang berhasil bertahan hingga babak akhir ini adalah Bank Sampah Ampang Saiyo, Bank Sampah Pasie Nan Tigo, dan Bank Sampah Asy Syifa. Salah seorang anggota tim juri Padang Rancak Award 2026, Syaifuddin Islami, memaparkan bahwa seluruh finalis memiliki keunikan tersendiri serta kelebihan dan kekurangan yang bervariasi. "Ketiganya pun berdiri di waktu yang berbeda, paling tua yakni Bank Sampah Asy Syifa di Gunung Pangilun," katanya memberikan keterangannya kepada media.


Dari segi peta permodalan dan operasional harian, terdapat kontras yang cukup jelas di antara para finalis tersebut. Dua bank sampah diketahui mampu berkembang berkat sokongan dana dari *Corporate Social Responsibility* (CSR) perusahaan eksternal, sedangkan satu peserta lainnya murni bergerak secara swadaya. Bank Sampah Asy Syifa yang berada di Gunung Pangilun menjadi satu-satunya lembaga mandiri yang sukses menggandeng partisipasi aktif masyarakat sebagai motor penggerak utamanya.


Syaifuddin, yang juga aktif sebagai akademisi sekaligus Ketua ASOBSI Sumatera Barat, menjabarkan bahwa basis kekuatan Asy Syifa terletak pada kedisiplinan warga dalam menabung dan mengolah limbah. "Bank sampah Asy Syifa kuat di penabungan sampah, organik seperti komposter dan daur ulang dari gelas plastik," katanya. Inovasi ini kian berdampak luas lantaran didukung penuh oleh kebijakan pengurus RW lewat gerakan sedekah sampah di lingkungan dasawisma.


Sementara itu, dua kompetitor lainnya, yakni Bank Sampah Pasie Nan Tigo dan Ampang Saiyo, tampil optimal berkat dukungan dana CSR dari PT PLN. Pasie Nan Tigo dinilai sangat terampil dalam mengubah sampah plastik menjadi aneka barang kerajinan tangan bernilai ekonomis, tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai tempat menabung sampah. Di kubu lain, Bank Sampah Ampang Saiyo yang berstatus sebagai finalis paling muda sukses memanfaatkan bantuan fasilitas bangunan dan armada bentor dari PLN untuk melayani satu kelurahan.


Saat ini, dewan juri sedang berada dalam tahap akumulasi dan penyelarasan nilai akhir guna menentukan pengelola lingkungan yang paling berhak menyandang juara. Jika tidak ada perubahan jadwal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang akan mengumumkan secara resmi pemenang utama dari ajang Padang Rancak Award ini pada tanggal 6 Mei mendatang. (Aldi)


×
Berita Terbaru Update