![]() |
| (Sumatera Barat mendapatkan alokasi bantuan 21 ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo. Dibeli langsung dari Peternak lokal) |
PADANG, – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H, tim media Lenteraindonews melakukan kunjungan khusus ke Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat guna meninjau kesiapan para peternak lokal dalam menyediakan hewan kurban.
Peninjauan ini difokuskan pada pemenuhan standar kesehatan, kepastian umur, serta bobot sapi yang akan dipasarkan kepada masyarakat, termasuk memastikan kesiapan bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hilman, Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Dinas Peternakan Sumatera Barat, mengungkapkan bahwa tahun ini Sumatera Barat mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 21 ekor sapi kurban dari Presiden.
Distribusi bantuan tersebut dirancang menjangkau seluruh pelosok daerah, di mana masing-masing dari 19 kabupaten dan kota akan menerima satu ekor sapi.
Khusus untuk wilayah Kepulauan Mentawai, Presiden memberikan perhatian lebih dengan mengalokasikan dua ekor sapi, sementara satu ekor sapi terbaik tingkat provinsi diserahkan ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi kota Padang.
![]() |
| (Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat) |
Proses Pengadaan yang Menggairahkan peternak Lokal.
Mekanisme pengadaan sapi kurban kepresidenan kali ini menekankan pada aspek transparansi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan secara langsung.
Kriteria yang ditetapkan antara lain sapi harus berumur di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan yang tidak dikebiri, tidak memiliki cacat fisik, sapi yang paling besar dan terberat diantara sapi yang lain serta wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKTH) dari otoritas berwenang di daerah masing-masing.
Sekretariat Presiden melakukan koordinasi intensif melalui Kementerian Pertanian untuk mencari sapi terberat dan terbaik di tiap daerah, bahkan melakukan verifikasi langsung kepada peternak melalui komunikasi video atau "Video Call"
Proses ini dipastikan berjalan tanpa intervensi harga dari pihak dinas maupun pemerintah daerah, sehingga kesepakatan nilai jual murni terjadi antara pihak kepresidenan dan peternak lokal.
Untuk menjamin kelayakan kurban sesuai syariat Islam dan standar medis, setiap sapi yang terpilih wajib melewati seleksi ketat.
Kriteria Sapi yang Akan Dibeli Presiden :
Jenis sapi yang dipilih presiden pun beragam, mulai dari jenis Simental, Peranakan Ongole (PO), hingga sapi persilangan, asalkan merupakan hewan terbaik yang tersedia di wilayah tersebut.
Program bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulus yang kuat bagi sektor peternakan sapi potong di Sumatera Barat.
Hilman menekankan bahwa terpilihnya sapi milik peternak lokal oleh Presiden membawa prestise yang sangat tinggi dan menjadi ajang uji kompetisi bagi para peternak.
"Melalui seleksi yang ketat ini, diharapkan para peternak semakin giat dalam meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak mereka sehingga mampu menghasilkan bibit-bibit unggul yang kompetitif di tingkat nasional." pungkasnya. (Aldi).

