PADANG, — Suasana asri dan keteraturan sosial langsung terasa saat tim juri Padang Rancak Award 2026 menginjakkan kaki di lingkungan RT Sinergi, Perumahan Tarok Indah I, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji. Momentum yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) tersebut menjadi awal yang impresif karena lokasi ini merupakan lokus pertama dari total tujuh titik wilayah yang dijadwalkan mendapat kunjungan verifikasi lapangan pada hari itu.
Bukan sekadar mengandalkan estetika penataan fisik semata, lingkungan ini berhasil memikat hati dewan penilai berkat ikatan kekompakan warganya yang terjalin sangat erat. Sistem proteksi wilayah bahkan sudah menyapa tim penilai sebelum memasuki area pemukiman, di mana sebuah sirine keamanan akan berbunyi otomatis setiap ada pendatang baru yang lewat. Keberadaan pos pemuda yang estetik, papan nama ikonik yang mencolok, rimbunnya tanaman apotek hidup, serta saluran drainase yang bebas dari sampah menjadi bukti konkret tingginya kesadaran kolektif warga.
Kondisi lingkungan yang representatif tersebut spontan memantik apresiasi positif dari salah satu juri yang ikut turun ke lapangan, Syaifuddin Islami. Dirinya tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya saat menyaksikan langsung tata kelola kebersihan lingkungan di kawasan perumahan tersebut. "Wah, ini memang asri dan tertata rapi," katanya memberikan penilaian singkat namun sarat akan pengakuan terhadap kerja keras warga setempat.
Kesan mendalam juga diutarakan oleh Ketua Tim Juri Padang Rancak Award 2026, Andri Rusta, terutama setelah panel penilai membedah dan memahami filosofi mendalam di balik identitas yang diusung oleh lokalitas tersebut. Identitas nama tempat mereka ternyata merupakan sebuah akronim gerakan yang merefleksikan denyut kehidupan dari 176 jiwa penduduknya. "Kami sangat terkesan. Setelah datang langsung, kami akhirnya memahami arti dari akronim 'SINERGI'," ujarnya menjabarkan singkatan dari Sehat, Indah, Enerjik, Religius, Gembira, dan Integritas tersebut.
Bagi Ketua RT setempat, Busrial, agenda visitasi ini merupakan tonggak sejarah baru mengingat ini adalah kali pertama lingkungan yang dipimpinnya ikut serta dalam kontes tata ruang kota dan dikunjungi langsung oleh tim penilai terpadu. Ia memaparkan bahwa denyut gotong royong di wilayahnya diwujudkan secara struktural, termasuk dalam pengelolaan aset sosial. "Untuk kegiatan memasak atau urusan sosial, semua peralatan kami kelola bersama dan disimpan di satu tempat agar tertata," katanya mempertegas alasan kekompakan warga yang menyambut juri dengan seragam putih tersebut.
Kawasan perumahan di Kecamatan Kuranji ini merupakan salah satu nominator kuat yang berhasil dikunci oleh panel juri pada fase penilaian tahap pertama, bersanding dengan tiga daerah kompetitor lain yang tersebar di tiga kecamatan berbeda. Adapun komposisi tim penilai independen untuk Padang Rancak Award edisi tahun ini sengaja dibentuk secara komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur profesi, mulai dari kalangan akademisi, kelompok mahasiswa, praktisi jurnalis, perwakilan Pemko Padang, hingga fungsional dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).(Aldi)
