![]() |
| (Wali Kota Fadly bersama tim penilai di auditorium) |
Padang – Langkah besar menuju pengakuan internasional tengah ditempuh oleh RSUP Dr. M. Djamil. Lembaga kesehatan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini tengah menjalani proses penilaian ketat untuk bertransformasi menjadi rumah sakit pendidikan berstandar global.
Penilaian dilakukan oleh tim gabungan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, serta Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di ruang auditorium rumah sakit tersebut, Senin (13/4/2026).
Sambutan hangat langsung diberikan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir langsung menyemangati tim penilai. Menurutnya, pengembangan RSUP Dr. M. Djamil bukan sekadar proyek kesehatan, melainkan fondasi utama visi besar Kota Padang sebagai pusat layanan atau service city di masa depan.
"Dalam dokumen perencanaan jangka panjang daerah, Kota Padang telah ditetapkan sebagai kota jasa. Ke depan, sektor kesehatan akan menjadi tulang punggung utama perkembangan kota kita," tegas Fadly Amran. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas rumah sakit ini akan berdampak langsung pada dua hal krusial: pelayanan publik yang lebih prima dan lahirnya sumber daya manusia kesehatan yang unggul.
Ekspektasi tinggi pun disematkan pada rumah sakit yang selama ini menjadi rujukan utama untuk wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. "Dengan volume pasien yang terus membeludak, modernisasi rumah sakit ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Pemkot Padang berada di barisan terdepan mendukung penuh inisiatif strategis ini," ujar Fadly Amran menegaskan.
Sementara itu, dari jajaran Kementerian Kesehatan RI, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ockti Palupi Rahayuningtyas, mengungkapkan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari tahapan krusial proyek bernama THRUST (Teaching Hospital Referral Upgrading and System Transformation).
Melalui skema pendanaan internasional dari AIIB, program ini dirancang untuk merevolusi sistem rumah sakit rujukan pendidikan di Indonesia, dengan RSUP M. Djamil sebagai salah satu lokomotif utamanya. (Aldi)
