Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ziarah Wali "Songo" Ada di Padang Magek, Tanah Minang Sambut Ramadhan

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T18:26:25Z

(Ziarah yang dipimpin langsung oleh Guru Besar Ponpes Darul Ulum, H. Jakfar Tuanku Imam Mudo)


Eksklusif di Sumbar, Tradisi Unik Ziarah 9 Ulama Ini Jadi Ajang Bersih Diri dan Petik Berkah Ilmu

Padang Magek, – Menjelang bulan suci Ramadhan, suasana khidmat menyelimuti Nagari Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar. Ribuan kilometer dari Jawa, ternyata ada tradisi serupa ziarah Wali Songo yang menyemarakkan penyambutan bulan puasa. Tradisi unik yang diklaim satu-satunya di Sumatra Barat (Sumbar) ini menjadi magnet spiritual bagi masyarakat setempat. Kamis, (29/01/2026)


Rabu pekan lalu, ratusan warga, santri, dan guru Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek melakukan iring-iringan khidmat. Mereka berjalan kaki sejauh tiga kilometer, menyusuri makam sembilan ulama (parawali) yang tersebar di dua jorong, Guguak Gadang dan Guguak Baruah. Ziarah yang dipimpin langsung oleh Guru Besar Ponpes Darul Ulum, H. Jakfar Tuanku Imam Mudo atau yang akrab disapa Buya Jakfar, dimulai pukul 08.30 dan berakhir tiga jam kemudian.


“Ini adalah tradisi turun-temurun kami untuk menyucikan diri sebelum Ramadhan. Sembilan ulama ini adalah penerus cahaya ilmu Rasulullah di nagari kami. Menziarahi mereka adalah cara kita mengambil berkah dan meneladani kesalehan,” ujar Buya Jakfar di sela-sela ziarah.




Kesembilan makam yang diziarahi mewakili rentang sejarah keislaman yang panjang di Padang Magek. Yang tertua adalah makam Tuanku Alirumin Koto yang wafat pada pertengahan abad ke-16, sementara yang termuda adalah Tuanku Anwar Sutan Marajo yang berpulang pada 2014 lalu. Rentang waktu hampir lima abad ini menunjukkan mata rantai keilmuan yang tak terputus di nagari tersebut.


Yang membuat momen ini lebih spesial adalah suasana saling memaafkan yang terbangun. Antara santri, guru, dan masyarakat saling bersalaman, mengikhlaskan kesalahan untuk memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih. Suasana haru dan damai pun tercipta.


H. Ampera Salim, Pimpinan Ponpes Darul Ulum, menegaskan keunikan tradisi ini. “Sepanjang pengetahuan kami, inilah satu-satunya nagari di Sumbar yang memiliki tradisi ziarah ke sembilan makam ulama secara spesifik menjelang Ramadhan, mirip konsep Wali Songo di Jawa,” katanya saat ditemui di pesantren.


Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan living monument (monumen hidup) yang terus mengingatkan masyarakat akan akar sejarah, pentingnya ilmu agama, dan nilai kebersamaan. Saat matahari hampir di atas kepala, ziarah pun berakhir. Namun, semangat untuk menyambut Ramadhan dengan hati bersih dan ilmu yang berkah, terus menyala di hati setiap peserta. Padang Magek telah membuktikan, tradisi lokal dengan nilai universal bisa menjadi jembatan menuju spiritualitas yang lebih dalam.(AS/Aldi)

×
Berita Terbaru Update