Padang – "Sesuai arah kebijakan yang saya usung sejak awal, fokus saya adalah pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan disabilitas,” tegas Sri Kumala Dewi, S.Pd.I., anggota Komisi V DPRD Sumbar dari Fraksi PDI Perjuangan.
Pernyataan ini ia sampaikan menanggapi dinamika pembangunan di Pesisir Selatan, termasuk pembahasan mengenai pelestarian budaya seperti Jembatan Akar. Menurutnya, meski peduli terhadap aset budaya, perannya sebagai legislatif lebih difokuskan pada tiga sektor prioritas tersebut.
Pelatihan Menjahit dan Jaringan Pemasaran untuk UMKM
Bukti konkretnya, Dewi aktif menggandeng PKK dan kelompok ibu-ibu untuk pelatihan praktis, seperti menjahit. Ia tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga membantu memasarkan hasil kerajinan melalui jaringan partai.
“Kalau mereka sudah menghasilkan produk, kami bantu carikan pasarnya. Ini agar ada nilai ekonomi yang langsung masuk ke keluarga,” ujarnya.
Dukungan untuk Budaya Lewat Mekanisme Anggaran
Soal isu pelestarian budaya, Dewi menjelaskan peran DPRD. “Kami mendukung penuh melalui fungsi penganggaran dan pengawasan. Untuk Jembatan Akar misalnya, harus ada anggaran terencana untuk antisipasi kerusakan. Namun, teknis pelaksanaannya tetap di dinas terkait,” jelasnya.
Target hingga 2027: Kemadirian Ekonomi Kelompok Rentan
Ia menargetkan program pemberdayaan ini berjalan konsisten hingga 2027, dengan tujuan menciptakan kemandirian ekonomi bagi kelompok rentan. Selain pelatihan, sosialisasi Perda Kesejahteraan Sosial juga digencarkan agar masyarakat memahami haknya mendapat bantuan.
“Kami bergerak bersama, tidak sendiri. Tugas kami adalah menjalankan amanah rakyat,” tutup Dewi, mengakhiri pembicaraan. (Aldi)