Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-193 dengan khidmat dan penuh makna di Hall IKK Parit Malintang. Dalam perayaan yang dihadiri ratusan tokoh masyarakat, perantau, pelaku usaha, dan pejabat daerah, Bupati Dr. H. John Kennedy Azis (JKA) menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, terutama relawan dan instansi yang telah membantu selama masa tanggap bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak 22 November hingga 3 Januari lalu.
“Kita telah melalui masa sulit dengan koordinasi yang baik. Korban jiwa sebanyak 9 orang dan sekitar 40 jenazah yang diterima dari kabupaten tetangga menjadi pengingat betapa berat ujian ini. Namun, semangat gotong royong kita tidak pernah padam,” ujar JKA dalam pidatonya.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kapolres, Dandim serta adiknya Torfi yang telah mengoordinasikan bantuan marinir dan logistik. Bupati juga mengapresiasi peran aktif Tim Penggerak PKK, termasuk istrinya yang turun langsung ke lapangan dengan kondisi yang tidak mudah.
Di sisi pemulihan, JKA mengungkapkan bahwa Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya telah mengalokasikan dana sebesar Rp150 miliar untuk rehabilitasi PDAM dan pemulihan infrastruktur air bersih. Selain itu, melalui koordinasi dengan BNPB, pemerintah telah mengajukan proposal rehabilitasi dan rekonstruksi senilai lebih dari Rp3 triliun.
“Kita tidak sendiri. Dukungan dari pusat dan semangat ‘Bangkit Maju Basamo’ harus kita wujudkan bersama. Mari kita ikhlaskan tanah yang dilewati pipa dan yang terdampak untuk kepentingan pembangunan bersama,” ajaknya.
Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan penghargaan simbolis kepada sejumlah pihak yang berjasa, antara lain perwakilan Marinir Yonmar Hanlan II, Basarnas Kelas 2A Padang, Brimob Polda Sumba, Polres Padang Pariaman, Hutama Karya Infrastruktur, dan Tim Penggerak PKK.
Dukungan Pemulihan Infrastruktur Air
Dalam kesempatan terpisah, Direktur PDAM setempat melaporkan bahwa tahap pertama rehabilitasi jaringan perpipaan telah dimulai di sejumlah daerah terdampak seperti Batang Aneng, Lumpuh Haluk, Sintuk, dan Sungai Limau. Total anggaran yang telah disetujui mencapai Rp204,5 miliar untuk tahun ini, dengan rencana pengembangan sumur bor dalam di 14 titik sebagai cadangan air bersih pasca-bencana.
Di usia ke-193 ini, Padang Pariaman tidak hanya merayakan sejarah panjangnya sebagai daerah otonom, tetapi juga mengukuhkan komitmen untuk bangkit dari ujian bencana dan bergerak maju bersama. (Aldi)
