Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Habibul Fuadi Ungkap Strategi Silat Tradisi Minangkabau Membentuk Karakter Generasi Muda

Senin, 26 Januari 2026 | Januari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T02:55:35Z
(Habibul Fuadi, S.Pd, M.Si, membeberkan strategi matang dan filosofi dalam tentang Silek Tradisi Minangkabau bagi siswa siswi SMA/SMK dan SLB se Sumatera Barat.

Padang, – Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menetapkan Silat Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB bukanlah keputusan instan. Dalam wawancara eksklusif usai acara peluncuran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd, M.Si, membeberkan strategi matang dan filosofi mendalam di balik kebijakan pendidikan yang mengintegrasikan budaya lokal ini.

Silek Tradisi dari Modul ke Aksi:
Habibul Fuadi menjelaskan bahwa program ini telah dirancang sejak jauh hari. “Kami memulainya dengan penyusunan modul yang komprehensif sebagai panduan utama bagi para pelatih dan guru di sekolah,” ujarnya. Modul ini, menurutnya, adalah kunci untuk menstandarisasi pembelajaran sekaligus menjaga kemurnian aliran-aliran silat tradisi.

Langkah berikutnya adalah sosialisasi massif kepada seluruh pemangku kepentingan. “Ini adalah program kolaborasi. Dukungan dari Pengurus IPSI Provinsi hingga Kabupaten/Kota, para tuan guru silat dan seluruh kepala sekolah sangat vital,” tambah Habibul Fuadi. Persiapan intensif ini memuncak pada peluncuran serentak pada 24 Januari 2026, yang melibatkan 2.500 siswa perwakilan.



Bagi Habibul Fuadi, esensi program ini jauh melampaui sekadar aktivitas fisik. “Silat tradisi kita bukan hanya untuk bela diri atau pengembangan ketangkasan,” tegasnya. Ia menekankan bahwa silat adalah medium untuk mewariskan kearifan lokal, nilai-nilai adat, dan pembentukan karakter.


“Tujuannya jelas: menjadikan anak-anak kita berkarakter, tangguh, sehat, dan bermental baja. Selain tentu saja unggul secara akademis dan religius, sebagaimana diwariskan para pendahulu kita,” paparnya. Dalam pandangannya, silat mengajarkan disiplin, rasa hormat, kemampuan bersosialisasi sesuai adat dan pengendalian diri—kompetensi hidup yang krusial untuk menghadapi masa depan.


Komitmen dan Harapan ke Depan
Habibul Fuadi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya IPSI yang telah menyediakan pelatih-pelatih berpengalaman. Ia juga menyebut dukungan teknis dari Sekretaris Daerah Provinsi yang memfasilitasi lokasi dan logistik sebagai faktor penentu kelancaran.


“Ke depan, agenda-agenda praktik di sekolah akan kita kawal bersama dengan seluruh jajaran di daerah. Kami ingin memastikan implementasinya betul-betul sesuai harapan: tertib, aman, dan bermakna,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Ia berharap, melalui silat tradisi, generasi muda Sumbar tidak hanya menjadi pribadi yang tangguh secara fisik, tetapi juga kokoh dalam identitas budaya sebagai orang Minang.


Kebijakan yang dipimpin Habibul Fuadi ini menandai sebuah terobosan dalam dunia pendidikan, di mana local wisdom tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi dihayati dan dipraktikkan sebagai bagian integral dari proses membangun manusia unggul dan berkarakter.(Aldi)

×
Berita Terbaru Update