![]() |
| (Sungai Batang Arau, Kejuaraan Dayung Tradisional U21 Ajang Pencarian Bakat dan Promosi Wisata Kota Padang) |
Ajang yang diikuti 16 tim dari berbagai kelurahan dan klub ini menampilkan dua nomor pertandingan, yaitu U21 Putra dan U21 Mix. Dengan sistem empat pool, pertandingan berlangsung ketat dan penuh semangat sejak awal.
Menurut Esneti, S.Pd., MM, Ketua PODSI Sumatera Barat yang juga menjabat sebagai panitia acara, kompetisi ini memiliki tujuan strategis jangka panjang. "Tujuannya adalah menjaring atlet baru yang potensial untuk dibina, agar nantinya bisa menjadi atlet persiapan PON," ujarnya. "Kedua, melalui ajang jarak dekat ini, kami mempersiapkan tahapan menuju Sport Kota dan PON Provinsi tahun 2026," tambah Esneti.
Tim-tim yang berkompetisi berasal dari berbagai kampung dan klub dayung se-Kota Padang, seperti Palinggam, Pakalangan, Papayan, Berok, Kampung Batu, Putra Kambat, Putra Ular Laut, Porpen, Amora, CPM, Generasi Biru, Dea Saudara dan Putra Dayung Palinggam (PDP).
Di atas air, persaingan untuk meraih posisi perempat final hingga final berjalan sengit. Tim Putra Dayung Palinggam (PDP) Junior menunjukkan performa gemilang dan mendominasi jalannya pertandingan. Mereka berhasil melaju bersama tim-tim kuat lainnya, seperti Putra Kambat dan Putra Ular Laut, untuk memperebutkan posisi juara.
Para pemenang yang meraih peringkat 1, 2, dan 3 akan mendapat hadiah berupa piala dari Ketua KONI Padang, sertifikat dan uang pembinaan.
![]() |
| (Esneti, S.Pd., MM, Ketua PODSI Sumatera Barat bersama Peserta Kejuaraan Dayung Tradisional U21) |
Apresiasi dari Ketua KONI Kota Padang
Kejuaraan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kota Padang, Erianto. Ia menilai festival olahraga berbasis budaya seperti ini mampu menjadi wadah kebersamaan warga, sekaligus mendorong minat generasi muda.
"Lomba dayung sampan ini memiliki nilai lebih karena mengangkat pelestarian budaya bahari Minangkabau. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mempromosikan kearifan lokal sungai dan pariwisata Kota Padang," ujar Erianto.
Pembinaan Berkelanjutan dan Harapan Masyarakat
Esneti menegaskan bahwa pembinaan atlet muda telah berjalan melalui klub-klub dayung yang ada. "Pembinaan langsung dilaksanakan oleh klub-klub di dayung Kota Padang. Event seperti ini sangat bermanfaat untuk evaluasi dan pengembangan ke depannya," paparnya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari ramainya pengunjung dan pedadang musiman di bantaran sungai. salah seorang pengunjung.
Dengan semangat sportivitas tinggi dan bakat muda yang mulai bersinar, Kejuaraan Dayung Tradisional U21 ini tidak sekadar menjadi perlombaan. Ajang ini merupakan fondasi kuat untuk menyongsong masa depan olahraga dayung Kota Padang yang lebih cerah di kancah nasional. (Aldi)

