Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hamdanus, Rakerprov KONI Sumbar Capai Kesepakatan dan Poin Strategis untuk Porprov 2026

Sabtu, 20 Desember 2025 | Desember 20, 2025 WIB Last Updated 2025-12-21T07:03:42Z
(Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat Tahun 2025, Axana Hotel Padang)

Padang, Lenteraindonews.com -- Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat Tahun 2025  berlangsung intensif selama dua hari, Sabtu hingga Minggu di Axana Padang. Rakerprov yang mengusung tema "Memantapkan Tata Kelola, Memacu Prestasi" Sabtu, (20/12/2025)

Ketua Panitia Pelaksana, Anandya Dipo Pratama, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Sumbar, dalam laporannya menyatakan bahwa rapat tahunan ini menjadi momentum krusial untuk evaluasi dan persiapan menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI pada 2026.

Sejumlah rekomendasi strategis diwarnai perdebatan hangat dalam pembahasan pasal-pasal tertentu. "Rakerprov ini adalah ruang deliberasi strategis. Kami menghargai setiap masukan dan perdebatan yang konstruktif dari seluruh utusan cabang olahraga, karena tujuan akhirnya sama: memajukan olahraga prestasi Sumbar," ujar Anandya dalam pidato penutupan.

Dinamika Debat dan Musyawarah
Hari pertama rapat, Jumat (19/12), diisi dengan pembukaan, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pembentukan komisi kerja dilanjutkan  hari  kedua sesi pembahasan laporan komisi.

Beberapa poin dalam draft rekomendasi memicu adu argumen dari sejumlah utusan cabang olahraga. Debat paling sengit terjadi saat membahas syarat kelayakan cabang olahraga untuk tampil di Porprov 2026, khususnya pasal yang mensyaratkan minimal 10 pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota.

"Bagaimana dengan cabang olahraga baru atau yang penyebarannya belum merata? Apakah mereka tidak diberi ruang berkembang?" bunyi usulan dari peserta. Tidak hanya itu, pasal tentang klasifikasi atlet dan alokasi dana pembinaan juga menjadi bahan perdebatan. Beberapa utusan mengusulkan penambahan kategori atau penyesuaian kriteria agar lebih inklusif terhadap atlet dari cabang olahraga non-unggulan.

Meski sempat tegang, seluruh perdebatan dapat diarahkan dengan baik oleh pimpinan sidang. Prinsip musyawarah untuk mufakat tetap menjadi panglima. Setelah melalui diskusi panjang, kompromi akhirnya tercapai pada beberapa pasal, termasuk fleksibilitas evaluasi untuk cabang olahraga tertentu dan peninjauan ulang kriteria atlet potensial.

"Perdebatan ini sehat dan wajar. Ini menunjukkan antusiasme dan kepedulian kita semua. Yang penting kita tetap dalam koridor AD/ART dan regulasi, serta mengutamakan kepentingan olahraga Sumbar secara keseluruhan," tegas Fazril Ale, Ketua Komisi II, menjawab dinamika sidang.


Rekomendasi Akhir yang Dihasilkan :
Berikut adalah poin-poin rekomendasi utama yang berhasil disepakati:

1. Dari Komisi I (Organisasi & Keuangan):
· Restrukturisasi Organisasi: Penyesuaian struktur internal KONI Sumbar untuk efisiensi dan efektivitas.

· Evaluasi Kinerja Pengurus: Pengurus yang dinilai tidak aktif akan diganti.

· Ekspansi Keanggotaan: 10 cabang olahraga baru (Teqball, Pickleball, IBCA MMA, IODI, FYI, KSMI, Savate, ALTI, Panahan Berkuda, dan AFI) direkomendasikan menjadi anggota tetap setelah memenuhi syarat.

· Transparansi Keuangan: Wajib menerbitkan laporan keuangan triwulanan yang terbuka dan dapat diakses oleh seluruh cabang olahraga.

2. Dari Komisi II (Prestasi & Porprov 2026):

· Sistem Klasifikasi Atlet: Diterapkan sistem bertingkat untuk penyaluran dana dan program pembinaan:

  · Atlet Andalan (Level Tertinggi: Peraih emas PON, anggota pelatnas).

  · Atlet Prioritas (Peraih medali perak PON/Kejurnas).

  · Atlet Potensial (Peraih medali perunggu).

  · Atlet Binaan Khusus (Bibit muda berbakat).

· Porprov XVI 2026: Dijadwalkan pada Juni-Juli 2026.

· Syarat Peserta Cabang: Harus memiliki minimal 5 peserta untuk suatu nomor pertandingan. Nomor dengan kurang dari 3 peserta dibatalkan.

· Kualifikasi Cabang: Cabang olahraga harus memiliki struktur pengurus yang memadai di minimal 5 kabupaten/kota (setelah koreksi dari draft awal 10 kabupaten/kota).

Semua rekomendasi ini akhirnya disahkan secara resmi dalam Sidang Pleno penutupan. Anandya Dipo Pratama menegaskan, hasil rakerprov ini menjadi dokumen hidup yang akan menjadi peta jalan (roadmap) pembinaan olahraga prestasi Sumatera Barat menuju Porprov 2026 dan PON-PON berikutnya.

"Tugas kita sekarang adalah eksekusi. Komitmen dan sinergi dari semua pihak, baik pengurus, pelatih, atlet, dan pemangku kepentingan, adalah kunci keberhasilan," pungkasnya (Aldi)

×
Berita Terbaru Update