(Peserta dari Malaysia sedang diskusi pada World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2025  di Kota Padang)

Padang, Lenteraindonews.com -- World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2025 resmi dibuka di Kota Padang, Kamis (27/11/2025). Meski hanya dipersiapkan dalam waktu sekitar satu bulan, konferensi internasional yang berfokus pada pengembangan ekonomi Islam dan kewirausahaan ini berhasil menarik peserta dari lebih dari 13 negara.

Ketua Panitia WIES 2025, Sari Lenggogeni, mengakui adanya tantangan dalam persiapan acara tahun ini. "Efektifnya kami hanya punya waktu satu bulan untuk mempersiapkan segalanya, akibat dinamika regulasi dan kebijakan efisiensi di tingkat nasional. Namun, komitmen kami untuk menjadikan WIES sebagai agenda tahunan mendorong kami untuk tetap melaksanakannya," ujarnya.

Antusiasme tinggi terlihat dari peserta, dengan pendaftaran yang terpaksa ditutup tiga hari lebih awal karena kuota telah penuh. Sari juga menyebutkan bahwa acara tahun ini diwarnai suasana berbeda, mengingat Sumatra Barat sedang mengalami bencana banjir dan curah hujan tinggi.

Manfaat Ekonomi bagi Sumatra Barat
Sebagai tuan rumah,Sumatra Barat mendapat manfaat ekonomi signifikan. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan I-2024 mencapai 5,11%, didorong sektor perdagangan dan pariwisata. Acara WIES mengakselerasi pertumbuhan ini melalui peningkatan kunjungan wisatawan, transaksi UMKM lokal, dan investasi asing langsung ke sektor unggulan seperti kopi, makanan olahan, dan ekonomi syariah.

WIES 2025 menampilkan serangkaian acara inti, termasuk sesi diskusi tingkat tinggi (summit), business matching untuk mempertemukan pembeli dan penjual dari berbagai komunitas, travel mart khusus sektor pariwisata, serta pameran yang mencakup international job brief.

Dukungan internasional kuat hadir dari Yayasan Hasanah Malaysia, yang turut membawa sejumlah pelaku UMKM Malaysia untuk berpartisipasi langsung. Managing Director Yayasan Hasanah, Siti Kamariah Ahmad Subki, menyatakan bahwa keikutsertaan mereka bertujuan untuk memperkenalkan UKM Malaysia ke pasar regional dan menjajaki kolaborasi yang berkelanjutan.

"Kami melihat banyak kesamaan budaya dan peluang bisnis, khususnya dengan Sumatra. Kami berharap dapat memperkuat hubungan ini, menggabungkan sumber daya dan teknologi untuk membuka pasar yang lebih luas," jelas Siti.

Acara yang secara resmi dilaunching bersama perwakilan Wakil BP BUMN ini diharapkan dapat terus berkembang. Dengan persiapan yang lebih panjang di masa depan, WIES diproyeksikan menjadi wadah yang semakin signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata regional. ( Aldi)